PLN Pastikan Masa Lebaran Tanpa Ada Pemadaman

0
240
Reporter: Maria Alexandra Fedho

PT PLN (Persero) telah melakukan berbagai persiapan dari hulu ke hilir untuk kelistrikan yang andal tanpa adanya pemadaman listrik. Direktur Operasional PLN, Adi Priyanto mengatakan bahwa PLN menetapkan masa siaga Idul Fitri 2023 ini pada 10 April sampai 2 Mei 2023.

Pada saat ini, pasokan sistem kelistrikan nasional dalam kondisi aman dengan cadangan daya yang lebih besar daripada kapasitas pembangkit terbesar yang beroperasi. Menurutnya, pada saat hari raya Lebaran, nanti permintaan daya listrik akan menurun.

“Daya listrik akan berkurang kira-kira sebesar 27%, sehubungan dengan adanya industri-industri yang sedang libur sehingga berkurang cukup jauh sekitar 27%. Sehingga dengan berkurangnya ini, maka cadangan daya di masing-masing daerah tentunya akan lebih cukup lagi,” kata Adi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Bersama DPR Komisi VI pada Selasa (12/04/2023).

Adapun persiapan yang dilakukan PLN dalam Idul Fitri 2023 ini dengan melakukan persiapan pembangkit dan energi primer, memperkuat sistem transmisi dan sistem distribusi, mengecek kecukupan daya, penyiapan sistem back up suplai meliputi ACO, genset, dan UPS.

Baca Juga :   Stimulus Listrik Diperpanjang Periode April-Juni, Ada Diskon Hingga Bebas Abonemen

Selain itu, dilakukan pemeriksaan jaringan dan peralatan, pemeliharaan resetting, simulasi skema defense, proteksi dan komunikasi, serta meniadakan pemeliharaan dan pekerjaan konstruksi yang bersinggungan dengan lokasi prioritas.

Pihaknya juga unit operasional dan posko-posko siaga yang dilengkapi dengan personel yang cukup, perlengkapan back up yang cukup, peralatan kerja, serta SOP yang telah disusun.

“Jumlah personel yang kami libatkan itu sebanyak.18.152 pegawai PLN yang tersebar di seluruh Indonesia dan juga kami dibantu oleh 63.538 tenaga pelayanan teknik yang tersebar di seluruh Indonesia,” katanya.

PLN juga menyiapkan 1.478 genset, menyebar 559 Uninterruptible Power Supply (UPS), memiliki 925 gardu bergerak, 37 tower emergency, 16 trafo tegangan tinggi, beberapa crane, dan mobil operasi yang memadai.

Selain itu, pihaknya pun menyediakan 616 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 237 lokasi.

“Pulau Jawa, kami memasang 171 lokasi, kemudian di Bali kami memasang 34 lokasi, di Sumatera kami memasang 35 lokasi, Kalimantan 12 lokasi, Sulawesi 14 lokasi sampai dengan Nusa Tenggara dan Papua, kami memasang 9 lokasi,” tambahnya.

Leave a reply

Iconomics