Realisasi Investasi 2020 Tumbuh 101,1%, BKPM Targetkan Rp 900 T Tahun Ini

0
548

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan realisasi investasi pada tahun ini mencapai sekitar Rp 900 triliun. Untuk mengejar target tersebut bukan perkara mudah, tetapi BKPM optimistis bisa mencapainya seperti yang sudah ditetapkan pemerintah.

“Target realisasi investasi terus meningkat dari tahun ke tahun. Untuk tahun ini, misalnya, targetnya Rp 817,2 triliun. Sementara realisasinya capai Rp 826,3 triliun atau tumbuh 101,1%. Untuk target 2021 Rp 858,5 triliun; 2022 Rp 968,4 triliun; 2023 Rp 1.099,8 triliun; dan 2024 Rp 1.239,3 triliun,” kata Direktur Pengembangan Promosi BKPM Ricky Kusmayadi dalam webinar yang diselenggarakan The Iconomics, Jumat (5/2).

Ricky menuturkan, investasi dibutuhkan untuk menciptakan lapangan kerja. Data 2019 hingga saat ini menunjukkan jumlah pengangguran mencapai sekitar 7 juta jiwa. Sementara angkatan kerja 3 juta jiwa per tahun. Sedangkan, tenaga kerja terdampak Covid-19 mencapai sekitar 5 juta jiwa.

Berdasarkan angka itu, kata Ricky, dibutuhkan lapangan kerja untuk 15 juta jiwa penduduk Indonesia. BKPM karena itu menilai perlunya investasi yang berorientasi kepada padat karya. Dan itu yang menjadi fokus dari BKPM untuk meningkatkan investasi di bidang-bidang padat karya.

Baca Juga :   Industri Kelapa Sawit Disebut Mampu Tekan Angka Kemiskinan

“Diharapkan dengan adanya investasi ini bisa meningkatkan pendapatan masyarakat dan mendorong daya beli konsumsi sehingga pertumbuhan perekonomian kita akan membaik tahun ini,” ujar Ricky.

Soal kemudahan berinvestasi atau Ease of Doing Business (EoDB), kata Ricky, Indonesia berada di peringkat 73. Posisi ini tidak bergerak sejak tahun lalu. Target yang ditetapkan Presiden Joko Widodo, Indonesia bisa mencapai peringkat 50 pada 2024.

Sementara Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia, kata Ricky, masih paling tinggi. ICOR menanadakan investasi di Indonesia tidak efisien. Salah satunya disebabkan banyak pungutan liar dalam penerbitan perizinan berusaha di mana hulu fenomena tersebut adalah penyusunan kebijakan.

“Untuk komposisi investasi kita di 2020, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sekitar 50,1% atau Rp 413,5 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) 49,9% atau Rp 412,8 triliun,” kata Ricky.

Leave a reply

Iconomics