RS Kardiologi Emirates Indonesia Dijadikan Rujukan Layanan Jantung di Jateng, DIY dan Sekitarnya
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia (RS KEI) bersama H.H. Sheikh Theyab bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan, putra Raja Uni Emirat Arab (UAE)/Dok. Kemenkes
Indonesia miliki rumah sakit pusat layanan jantung baru, Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia (RS KEI). RS ini hasil hibah dari pemerintah Uni Emirat Arab (UEA).
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan RS KEI dibangun dalam waktu dua tahun dengan kapasitas 100 tempat tidur dan tiga kamar operasi.
RS KEI merupakan hibah Pemerintah UAE melalui Zayed Humanitarian Legacy Initiative. Proyek ini rampung pada September 2025. RS ini dirancang menjadi pusat rujukan jantung untuk Jawa Tengah, DIY, dan wilayah sekitarnya.
Fasilitas layanan mencakup ruang Cathlab, ruang operasi hybrid, Intensive Care Unit (ICU) dan Intensive Cardiovascular Care Unit (ICVCU), klinik spesialis jantung, laboratorium, radiologi, serta layanan rehabilitasi jantung.
RSUP Dr. Sardjito turut diperbantukan untuk memperkuat operasional. Kemenkes menugaskan RSUP Dr. Sardjito memperkuat tim medis RS KEI dengan menempatkan dokter-dokter terbaik. UAE juga memberikan dukungan pengembangan kapasitas tenaga kesehatan kedua negara.
RS KEI telah dijadikan role model pembangunan rumah sakit oleh manajemen RS pemerintah dan swasta.
“Rumah sakit ini sudah dikunjungi oleh seluruh direktur utama rumah sakit pemerintah untuk menjadi standar kalau membangun rumah sakit seperti ini. Pak Presiden sudah memberikan anggaran membangun 66 rumah sakit, dan sebagian kami bawa ke sini untuk melihat contohnya—mudah-mudahan nanti jadinya sebagus ini,” kata Budi dalam keterangannya.