SeaBank Cetak Laba Sebelum Pajak Senilai Rp 274 M di Semester I/2025

0
103
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Bank SeaBank Indonesia mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp 274 miliar pada Semester I/2025, atau naik 34% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Apabila sudah dihitung dengan pajak, laba yang didapatkan senilai Rp 214 miliar.

Direktur Utama SeaBank Sasmaya Tuhuleley mengatakan, pihaknya pun membukukan total aset sebesar Rp 37 triliun, meningkat 18% secara tahunan (yoy). Dan, peningkatan  pengembalian aset (ROA) dari 1,29% menjadi 1,53%.

Dari sisi kredit, SeaBank membukukan sebesar Rp 26 triliun, atau tumbuh 33% yoy. Rasio pinjaman bermasalah (NPL) di angka 1,68%. Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 21% secara yoy menjadi Rp 28 triliun, dengan komposisi CASA di atas 60%.

“Kita bersyukur atas capaian positif SeaBank di semester I-2025.” kata Sasmaya dalam keterangan resminya pada Selasa (19/8).

Hingg akhir Semester I/2025, Sasmaya mengatakan, SeaBank telah melayani rata-rata 7 juta transaksi per hari dengan perputaran uang mencapai Rp 3,7 triliun. Sejalan dengan kinerja itu, SeaBank berkomitmen untuk menghadirkan layanan berbasis digital yang bijak.

Baca Juga :   RUPS Tahunan BCA Setujui Perombakan Manajemen, Hendra Lembong Sah Jadi Presdir

Selain itu, kata Sasmaya, kinerja SeaBank didukung dari pengelolaan risiko yang cermat, efisiensi biaya operasional, dan konsisten mewujudkan visi perusahaan dalam menghadirkan terobosan layanan perbankan bagi masyarakat, khususnya bagi yang belum terlayani perbankan.

“Kita tidak cepat puas dan akan terus berinovasi dalam produk dan layanan bagi nasabah, serta terus mendukung perluasan edukasi literasi serta inklusi keuangan di Indonesia,” ujar Sasmaya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics