SMBC Indonesia Cetak Pendapatan Operasional Rp 13,8 T Sepanjang Januari-September 2025

0
104
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Bank SMBC Indonesia Tbk membukukan pendapatan operasional senilai Rp 13,8 triliun pada Januari-September 2025, atau naik 11% secara tahunan (yoy). Pendapatan bunga bersih juga tumbuh 9% secara yoy.

Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar mengatakan, laporan keuangan konsolidasi SMBC Indonesia periode Januari–September 2025 sudah memperhitungkan kinerja keuangan PT Oto Multiartha (OTO) dan PT Summit Oto Finance (SOF), atau Grup OTO. Keduanya resmi menjadi bagian dari SMBC Indonesia setelah penyelesaian akuisisi pada akhir Maret 2024.

Karena itu, kata Henoch, akuisisi dari Grup OTO mendorong peningkatan net interest margin (NIM) menjadi 7,1% pada September 2025. Penyaluran kredit mencapai Rp 186,2 triliun, atau meningkat 6% yoy.

Henoch menambahkan, kredit di segmen retail pun menunjukkan pertumbuhan, seperti joint finance 34% secara yoy, Jenius di luar digital makro tumbuh 8% yoy, dan mikro tumbuh 7% yoy. Kolaborasi perseroan dengan Grup OTO turut mendorong peningkatan penyaluran di segmen joint finance.

Di segmen lain, kata Henoch, kredit korporasi dan komersial meningkat 10% yoy. Sementara piutang pembiayaan Grup OTO naik 11% secara yoy.

Selanjutnya, kata Henoch, biaya kredit meningkat 45% yoy menjadi Rp 4 triliun. Hal itu disebabkan kenaikan pembentukan cadangan di segmen joint finance, korporasi, dan komersial.

Masih soal kinerja, kata Henoch, beban operasional meningkat 12% yoy menjadi Rp 7,5 triliun. Itu buktinya mencerminkan ekspansi bisnis secara keseluruhan, dan konsolidasi Grup OTO.

“Kami berupaya menciptakan dampak berkelanjutan dengan mendukung kemajuan ekonomi Indonesia, mendorong kesejahteraan nasabah, dan memberdayakan komunitas menuju pertumbuhan berkelanjutan,” kata Henoch dalam keterangan resminya pada Kamis (6/11).

Masih kata Henoch, SMBC Indonesia pun memperluas dampak di luar layanan perbankan melalui program yang memberdayakan masyarakat. Program itu telah melibatkan hampir 7,4 juta peserta dalam 8.276 aktivitas pemberdayaan dari Januari hingga September 2025.

“Seluruh upaya ini kami lakukan berlandaskan pola pikir adaptif serta komitmen terhadap pertumbuhan yang bermakna,” ujar Henoch.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics