Stimulus PEN terhadap UMKM Dinilai Tepat dan Mampu Dorong Pertumbuhan
Tangkapan layar YouTube, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki/Iconomics
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) menilai program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dengan memberikan stimulus kepada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sudah tepat. Buktinya pertumbuhan ekonomi mulai mengalami perbaikan dalam dua kuartal terakhir.
“Pemulihan UMKM dari sisi pembiayaan dimaksudkan untuk mencegah terjadinya peningkatan angka kemiskinan. Tahun lalu, misalnya, stimulus yang dianggarkan untuk UMKM mencapai Rp 123,46 triliun atau 20% dari total anggaran PEN,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (6/5).
Teten mengatakan, merujuk kepada data Badan Pusat Statistik (BPS), UMKM menjadi salah satu sektor perekonomian yang terpukul akibat dampak dari pandemi Covid-19. Meski demikian, UMKM juga dinilai sebagai salah satu solusi pemulihan ekonomi nasional yang di tengah perekonomian global yang sedang melemah.
Berdasarkan data BPS itu, kata Teten, 84,2% UMKM mengalami penurunan pendapatan; lalu lebih dari 80% mengalami penurunan permintaan; 34,2% memberhentikan sebagian pekerjaan mereka; dan terakhir 46,5% hingga 52,3% mengurangi utilitas listrik, gas, air dan komunikasi. Stimulus untuk UMKM pada 2021 pun tetap dilanjutkan seperti peningkatan anggaran sekitar Rp 191,1 triliun atau 27% dari total anggaran PEN.
“Ada peningkatan sebesar 7% yang di antaranya digunakan untuk subsidi bunga kredit, penempatan dana pada bank umum untuk pembiayaan UMKM, penjaminan modal kerja bagi UMKM dan lain sebagainya,” kata Teten.
Per Mei 2021, kata Teten, dana yang sudah tersalurkan kepada UMKM mencapai 8,6 juta usaha mikor atau 88% dari target sebanyak 9,8 juta UMKM. Diharapkan bisa mencapai target dalam waktu dekat ini. Demikian pula penerapan suku bunga kredit sebesar 3% untuk kredit usaha rakyat (KUR) yang akan berlangsung hingga Desember tahun ini.
“Saya sudah mendapat laporan dari perbankan milik negara, sekarang yang paling diminati itu kredit KUR di di perbankan,” kata Teten.