Waketum Kadin Perkirakan Perputaraan Uang Selama Perayaan Imlek Lebih Dari Rp9 Triliun

0
58
Reporter: Rommy Yudhistira

Perayaan Imlek menggerakkan konsumsi masyarakat. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Sarman Simanjorang memperkirakan perputaran uang selama perayaan Imlek 2026 mencapai lebih dari Rp9 triliun. Angka itu dihitung dari jumlah warga Indonesia keturunan Tionghoa yang mencapai 11,25 juta orang.

Sarman mengatakan potensi perputaran uang itu dapat terjadi dari tradisi perayaan Imlek yang biasa dilakukan oleh keluarga. Ada pula potensi melalui tiket perjalanan wisata atau ziarah yang biasa dilakukan warga keturunan Tionghoa di Indonesia.

“Populasi 11,25 juta jika setiap keluarga berjumlah rata rata 4 orang maka akan setara dengan 2.812.500 keluarga. Jika setiap keluarga membelanjakan rata-rata Rp1 juta maka potensi perputaran uang diperkirakan mencapai Rp2.812.500.000.000,” kata Sarman dalam keterangan resminya pada Selasa (17/02/2026).

Dari sisi perjalanan, Sarman menjelaskan diperkirakan ada sebanyak 3.369.820 orang yang melakukan perjalanan wisata ataupun ziarah dengan pesawat terbang, kereta api, dan kendaraan pribadi. Jika rata-rata membelanjakan uang sebesar Rp500 ribu, maka potensi perputaran mencapai Rp1.684.910.000. Dengan demikian potensi perputaran uang diperkirakan mencapai Rp4.497.410.000.

Baca Juga :   Kadin dan 1ENGAGE Sediakan Layanan Digital Marketing untuk UMKM

“Tiket penerbangan dari perkiraan jumlah penumpang 1.744.820 jika mengeluarkan rata rata Rp1 juta saja maka transaksi tiket mencapai Rp1.744.820.000.000. Sedangkan yang naik kereta api dengan potensi 1 juta penumpang dengan rata-rata tiket Rp150 ribu, transaksi tiket kereta api mencapai Rp150 miliar, serta tiket kereta api Whoosh diperkirakan 25 ribu (terjual) per tiket Rp250.000, (diprediksi) transaksi mencapai Rp6.250 miliar,” ujar Sarman.

Dari sektor retail, Sarman melanjutkan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) menargetkan transaksi perayaan Imlek sampai Ramadan mencapai Rp53,38 triliun. Khusus untuk Imlek, kata Sarman, Hippindo memperkirakan transaksi sekitar 5% dari target sehingga mencapai Rp2,6 triliun.

“Dengan demikian potensi perputaran uang selama perayaan dan libur Imlek 2026 diperkirakan lebih kurang Rp9.067.480.000.000. Jumlah ini belum termasuk biaya tol yang dikeluarkan, belanja BBM kendaraan pribadi, yang bepergian naik kapal laut dan penyeberangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sarman mengatakan perputaran uang selama perayaan Imlek akan mendorong konsumsi rumah tangga, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I tahun 2026.

Baca Juga :   Pemerintah Diminta Dongkrak Daya Beli Masyarakat agar Konsumsi Rumah Tangga Naik

“Tentu akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I-2026 yang ditargetkan di kisaran 5,5%. Target ini optimistis bisa tercapai karena selesai perayaan dan libur Imlek akan berlanjut bulan Ramadhan dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah,” kata Sarman.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics