Ada Ancaman Resesi Global, Perencanaan Keuangan Penting Banget

0
386
Reporter: Maria Alexandra Fedho

Ancaman resesi global yang santer dibicarakan dan diperkirakan akan terjadi pada tahun depan. Head of Sequis Digital Antonius Tan menjelaskan bahwa pentingnya literasi keuangan terkait asuransi, terlebih setelah adanya isu resesi global.

Resesi global dapat mengancam semua negara, untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan sebuah langkah. Langkah tersebut bisa dilakukan dengan menabung, investasi, dan juga membeli produk asuransi.

Founder @gatherich Ken Handersen juga mengayatakan perlunya persiapan untuk kejadian tak terduga salah satunya seperti resesi. Ken memberikan saran agar masyarakat memprioritaskan keselamatan diri dan keuangan keluarga dalam menghadapi resesi melalui asuransi jiwa dan kesehatan.

“Peran asuransi adalah menjaga kondisi finansial keluarga dari dua risiko besar tersebut. Bagi yang sudah memiliki asuransi dapat meninjau kembali apakah nilai proteksinya sudah memadai dalam menghadapi resesi,” kata Ken.

Jika terjadi kejadian tak terduga saat resesi ekonomi maka kerugian yang harus ditanggung bisa jadi semakin besar karena ada kemungkinan terjadi penurunan penghasilan. Bila tidak memiliki jaring pengaman finansial akan sulit bertahan saat resesi. Untuk mempersiapkan dana asuransi, Ken juga menyinggung soal arus kas positif, yakni pemasukan lebih besar dari pengeluaran. Selisihnya dapat digunakan untuk melunasi utang. Jika utang sudah lunas atau nilainya berkurang maka akan lebih leluasa menyiapkan dana darurat dan asuransi, lalu bisa berinvestasi.

Baca Juga :   AS dan Tiongkok Sepakat Adakan KTT Perdagangan Oktober Nanti

“Risiko finansial yang besar kebanyakan berasal dari kebutuhan dana berjumlah besar dan cepat untuk biaya pengobatan atau berhentinya sumber pendapatan secara mendadak karena pencari nafkah tidak dapat lagi bekerja atau tutup usia. Peran asuransi adalah menjaga kondisi finansial keluarga dari dua risiko besar tersebut. Bagi yang sudah memiliki asuransi dapat meninjau kembali apakah nilai proteksinya sudah memadai menghadapi resesi,” sebut Ken.

Founder @ladybossproject.id Kelly Patricia juga memberikan pandangannya terhadap resesi. Ia mengatakan bahwa resesi tidak selalu menjadi ancaman selama bisa mempersiapkan diri dengan mengontrol keuangan. Serta, harus bisa mengatur pendapatan sesuai dengan kebutuhan saat ini.

Kelly menyarankan agar tidak mengandalkan gaji bulanan. Bisa dengan berbisnis berbasis hobi dan dijalankan secara online sehingga bila terjadi penurunan pendapatan, keluarga masih dapat bertahan hidup. Segmen market “menengah bawah” atau “menengah atas” bisa jadi target pelanggan sebab segmen ini akan cenderung menurunkan budget dan lebih selektif dalam memenuhi kebutuhan hidup. Selama harga produk dan barang terjangkau tapi kualitasnya mumpuni maka terbuka peluang mendapatkan pelanggan. Kelly menyarankan, yakni meningkatkan investasi, misalnya jika memiliki cash tambahan, dapat membeli aset likuid (mudah dicairkan) dan harganya ‘diskon’. Saat resesi, banyak aset yang harganya turun. Nantinya, nilai aset berpotensi meningkat pada masa depan. Kelly juga menyarankan hindari menambah utang karena utang akan berurusan dengan bunga. Jika bunga bersifat fluktuatif maka nilai utang dapat meningkat.

Leave a reply

Iconomics