BGN Pastikan Informasi soal Siswa Belajar Daring tapi Ambil MBG ke Sekolah Hoaks
Kantor Pusat BGN/Dok. Iconomics
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan wacana siswa yang mengikuti pembelajaran daring, dan dipaksa datang ke sekolah untuk mengambil makan bergizi gratis (MBG) tidak benar alias hoaks.
Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sonjaya mengatakan, pihaknya hingga saat ini belum menyusun, atau membahas petunjuk teknis terkait penyaluran MBG dalam kondisi pembelajaran jarak jauh atau daring.
“Pemerintah belum memutuskan kebijakan pembelajaran online pada anak-anak sekolah,” kata Sony dalam keterangan resminya pada Rabu (25/3).
Pelaksanaan program MBG, kata Sony, masih mengacu kepada mekanisme yang berlaku di sekolah, atau pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung secara tatap muka. Karena itu, BGN mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya, terutama yang beredar di media sosial.
Sony mengatakan, soal kebijakan resmi MBG, pasti BGN yang secara langsung yang menyampaikannya kepada masyarakat melalui kanal komunikasi yang kredibel. Dan BGN berkomitmen memastikan MBG berjalan sesuai standar, baik dari sisi kualitas gizi, maupun tata kelola penyalurannya.
Dengan demikian, kata Sony, manfaatnya benar-benar dirasakan siswa di seluruh Indonesia. “Jika nantinya ada kebijakan baru, termasuk dalam situasi pembelajaran daring, tentu akan kami kaji secara matang dan diumumkan secara resmi,” ujarnya.
Sebelumnya, beredar di media sosial terkait informasi yang mengharuskan siswa/siswi diwajibkan mengambil MBG ke sekolah, selama mengikuti pembelajaran daring. Terkait pembelajaran daring, belakangan Menteri Pendidikan Dasar dan menengah Abdul Mu’ti pun menyebutkan bahwa tidak ada rencana pembelajaran daring bagi siswa.