BI Rate Naik, BSI Fokus pada Dana Murah agar Tetap Kompetitif

0
52

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyampaikan kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 7% pada April ini akan mengerek tingkat suku bunga dana pihak ketiga perbankan, terutama suku buga deposito.

Namun, Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, “beruntung kita punya dana murah yang cukup kuat.”

Per akhir Maret 2024, dana murah BSI yang terdiri atas tabungan dan giro mencapai Rp180,9 triliun atau sekitar 60,8% dari total Danda Pihak Ketiga yang mencapai Rp297,3 triliun. Jumlah tabungan sebesar Rp125,2 triliun dan giro Rp55,7 triliun.

“Sesuai dengan strategi jangka panjang kita dari sisi dana pihak ketiga, kita ingin selalu meningkatkan low cost fund yang terdiri dari tabungan dan giro. Caranya adalah dengan memperbaiki infrastruktur terkait transaction banking yaitu mobile banking, ATM, EDC, QRIS dan sebaginya. Itu menjadi bagian untuk mendukung pertumbuha dana pihak ketiga kita,” ujar Hery menjawab pertanyaan wartawan dalam konferensi pers kinerja kuartal pertama 2024.

Hery mengatakan, sebagian dari tabungan yang dimiliki BSI adalah tabungan dengan akad wadiah. Dalam akad ini, nasabah menempatkan dananya di BSI tanpa meminta imbalan apa pun.

Baca Juga :   BSI Tunjuk BRI Danareksa Sekuritas Pelaksana Emisi Efek Dukung Sukuk ESG

“Itu cost of fund-nya hampir 0%,” ujarnya.

Per akhir Maret 2024, total tabungan wadiah BSI sebesar Rp48,05 triliun atau 38,38% dari total nilia tabungan yang sebesar Rp125,2 triliun.

Dengan menjaga biaya dana atau cost of fund yang rendah, BSI mampu berkompetisi dengan bank-bank lain dalam menyalurkan pembiayaan.

“Kalau kita bisa menjaga porsi dana murahnya lebih banyak saat suku bunga deposito naik, BSI masih punya peluang untuk tetap bersaing dari sisi lending rate untuk pembiayaan,” ujarnya.

 

Leave a reply

Iconomics