Dorong Pangan Berkualitas untuk Kesehatan dan Lingkungan, Fi Asia Indonesia 2026 Digelar September

Fi Asia Indonesia menegaskan posisinya sebagai platform strategis yang mendorong peningkatan standar kualitas, keberlanjutan, serta kepemimpinan industri makanan dan minuman di Indonesia maupun kawasan ASEAN
0
9

Industri makanan dan minuman menghadapi perubahan ekspektasi konsumen yang semakin menuntut produk tidak hanya memiliki cita rasa dan daya simpan yang baik, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan, transparansi, serta dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat.

Menjawab tantangan tersebut, ajang Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 akan kembali digelar pada 16–18 September 2026 dengan mengusung tema “Elevating Food Standards for a Healthier, Greener Future”.

Melalui tema tersebut, Fi Asia Indonesia menegaskan posisinya sebagai platform strategis yang mendorong peningkatan standar kualitas, keberlanjutan, serta kepemimpinan industri makanan dan minuman di Indonesia maupun kawasan ASEAN. Selain menjadi pameran dagang, Fi Asia Indonesia juga menjadi wadah kolaborasi yang mempertemukan pelaku industri, inovator, akademisi, dan pembuat kebijakan untuk menjawab berbagai tantangan sektor pangan di masa depan.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman, mengatakan peningkatan standar mutu pangan kini menjadi kebutuhan strategis bagi industri.

“Industri makanan dan minuman tidak lagi cukup hanya memenuhi regulasi minimum. Ke depan, pelaku usaha harus secara aktif meningkatkan standar kualitas, keamanan pangan, dan nilai gizi produknya agar dapat menjawab tantangan kesehatan masyarakat sekaligus menjaga daya saing industri,” ujar Adhi dalam konferensi pers, Kamis (2/7).

Baca Juga :   Anggota Komisi IV: Pemerintah Jokowi Diminta Serius Antisipasi Krisis Pangan

Menurut Adhi, kolaborasi antara pelaku industri, regulator, dan institusi ilmiah menjadi kunci agar peningkatan standar dapat dilakukan secara berkelanjutan. Melalui sinergi tersebut, industri diharapkan mampu mendorong adopsi standar yang lebih tinggi, mendukung kesehatan masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan dan keberlanjutan sektor pangan nasional.

Urgensi peningkatan standar pangan juga diperkuat oleh data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menunjukkan bahwa pangan tidak aman masih menjadi penyebab ratusan juta kasus penyakit setiap tahun.

Dari sisi ilmiah, Direktur South East Asia Food and Agriculture Science & Technology (SEAFAST) Center LRI PGKH IPB, Dr. Puspo Edi Giriwono, menilai kualitas dan keamanan pangan harus dibangun secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir atau from farm to table.

“Meningkatkan standar mutu dan keamanan pangan berarti memperkuat kontrol terhadap bahan baku, formulasi, dan proses produksi. Tujuannya bukan hanya memastikan pangan aman dikonsumsi, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi kesehatan, perekonomian, dan perdagangan jangka panjang,” jelas Puspo.

Ia menambahkan bahwa pemahaman yang tepat mengenai proses pengolahan pangan penting untuk membangun kepercayaan konsumen di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap makanan olahan.

Baca Juga :   BPOM Temukan 1,1% Takjil yang Mengandung Bahan Berbahaya

“Inovasi yang dilandasi sains yang kuat mendorong dan mendukung teknologi pengolahan yang lebih baik, penggunaan bahan baku yang lebih aman dan unggul, hingga sistem jaminan mutu berbasis data berperan besar dalam menurunkan risiko keamanan pangan sekaligus meningkatkan nilai gizi produk dan memajukan daya saing.”

Sementara itu, Regional Portfolio Director–ASEAN Informa Markets, Rose Chitanuwat, mengatakan Fi Asia Indonesia 2026 dirancang menjadi lebih dari sekadar pameran. Tahun ini, penyelenggara menargetkan kehadiran sekitar 700 merek internasional dan lebih dari 24.000 pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan.

“Fi Asia Indonesia 2026 hadir sebagai platform strategis yang menghubungkan inovasi, kepemimpinan industri, dan keberlanjutan dalam satu ekosistem pangan. Tema Elevating Food Standards for a Healthier, Greener Future mencerminkan urgensi transformasi yang sedang dihadapi industri saat ini. Dengan mempertemukan pemimpin industri, inovator, dan pembuat kebijakan, Fi Asia Indonesia mendukung upaya kolektif yang dibutuhkan untuk membangun industri pangan yang lebih sehat, lebih hijau, dan lebih resilien,” ujar Rose.

Pameran ini juga diharapkan dapat mempercepat adopsi inovasi dalam formulasi produk, pemanfaatan bahan baku berkelanjutan, teknologi digital, serta pengembangan sistem pangan yang kolaboratif. Langkah tersebut diyakini mampu memperkuat kepercayaan konsumen, mendukung tujuan kesehatan publik, dan membangun ekosistem pangan yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga :   Ikapi: Mentan Baru Perlu Perbanyak dan Perluas Produksi Komoditas Pangan Dalam Negeri

Fi Asia Indonesia 2026 akan menghadirkan lebih dari 10 Country Pavilions, termasuk sejumlah peserta baru seperti Kanada, Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, dan Uni Eropa. Selain itu, penyelenggara juga menghadirkan New Specialty Pavilions yang meliputi Beverage Ingredients, Natural Ingredients, dan New Business.

 

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics