Indonesia-Kanada Sepakat Teken MoU Kerja Sama di 3 Bidang Ini, Apa Saja?

0
114
Reporter: Rommy Yudhistira

Indonesia dan Kanada bekerja sama dalam bidang perdagangan, pertahanan, dan membangun koneksi antar-pelaku usaha. Kesepakatan itu tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) yang disaksikan Presiden Prabowo Subianto, dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney.

Adapun 3 kesepakatan itu yakni pertama, Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) Kementerian Perdagangan RI dan Kementerian Perdagangan Internasional Kanada. Kedua, kerja sama di bidang pertahanan yang dilakukan Kementerian Pertahanan RI dan Departemen Pertahanan Nasional Kanada.

Ketiga, kesepakatan mengenai Cooperation in Commerce, Trade, and Investment oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dan Business Council of Canada (BCC) on Cooperation in Commerce, Trade, and Investment.

Prabowo mengatakan, kerja sama strategis antara Indonesia dan Kanada melalui CEPA akan menghasilkan nilai secara ekonomi dan politik, serta menjadi momen bersejarah dalam hubungan kedua negara.

“Saya sangat senang berada di sini untuk penandatanganan CEPA dan saya pikir ini akan menjadi momen bersejarah. Ini akan terbukti sebagai tonggak yang signifikan,” kata Prabowo dalam keterangan resminya pada Kamis (25/9).

Baca Juga :   75 Tahun Hubungan Diplomatik, RRC-Indonesia akan Jaga Perdagangan Multilateral

Kemudian untuk bidang pertahanan, kata Prabowo, Indonesia akan memperluas ruang kerja sama antara kedua negara. Beberapa kegiatan yang direncanakan seperti partisipasi Kanada dalam latihan Super Garuda Shield, pelaksanaan dialog pertahanan reguler, dan penguatan industri militer dalam jangka panjang.

“Kami menghargai ini. Kami menghargai hubungan kami dengan Kanada. Kami ingin mengirim lebih banyak anak muda kami untuk belajar di sini, dilatih di sini, dan bekerja sama dalam bidang pertahanan di masa depan,” tambah Prabowo.

Prabowo menyebutkan, kehadirannya di Ottawa memiliki nilai strategis, karena tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menghasilkan kesepakatan yang konkret, serta bermanfaat bagi kedua negara.

“Kami mempelajari 9 ribu halaman dokumen perjanjian, ya itu benar, kami begadang semalaman. Tapi bagaimanapun, kami ada di sini untuk menyaksikan dan menandatangani perjanjian besar ini. Jadi saya sangat bangga, saya sangat beruntung menjadi Presiden Indonesia yang membawa ini kembali ke Indonesia,” ujar Prabowo.

Leave a reply

Iconomics