Jumlah Tertanggung dan Polis Meningkat, AAJI: Kesadaran untuk Memiliki Asuransi Makin Meningkat

1
342

Di tengah masih redahnya tingkat inklusi asuransi di Indonesia, dalam setahun terakhir ini ada tren yang menggembirakan. Rupanya, kesadaraan masyarakat Indonesia untuk memiliki asuransi jiwa terus meningkat. Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menunjukkan jumlah tertanggung dan jumlah polis mengalami kenaikan yang signfikan dalam satu tahun terakhir.

Budi Tampubolon, Ketua Dewan Pengurus AAJI mengungkapkan industri asuransi jiwa secara konsisten mencatatkan hasil yang postif dengan jumlah total tertanggung yang senantiasa meningkat. Pada kuartal pertama 2023 ini, industri asuransi jiwa mencatatkan peningkatan yang signifikan pada total tertanggung. Secara keseluruhan, total tertanggung naik 16,6% dibandingkan perode yang sama tahun lalu menjadi 87,54 juta jiwa.

Peningkatan jumlah tertanggung tersebut didorong oleh kenaikan yang signifikan dari total tertanggung individual yang mencatat kenaikan 42,4% menjadi 29,74 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun 2022 sebanyak 20,89 juta tertanggung individu.

Dengan demikian, tambah Budi, dalam satu tahun terakhir, industri asuransi jiwa Indonesia setidaknya mendapatkan kepercayaan dari hampir 10 juta individu.

“Jadi, boleh dibilang setahun terakhir ini pertumbuhan jumlah tertanggungnya sangat membanggakan sesuai dengan tujuan dari industri asuransi jiwa dimana kami ingin melihat semakin banyak lagi masyarakat Indonesia yang memiliki proteksi jika sesuatu yang kurang diinginkan terjadi atau pun memiliki perencanaan keuangan bagi dirinya ataupun keluarganya,” ujar Budi pada acara pemaparan kinerja asuransi jiwa Indonesia kuartal pertama 2023 di Kantor AAJI, Rabu (24/5).

Kenaikan yang signifikan pada jumlah tertanggung perorangan ini mendorong peningkatan penetrasi asuransi jiwa terhadap total populasi meningkat menjadi 10,7%.

Baca Juga :   Tata Kelola Industri Asuransi, OJK: Aturan Sudah Banyak, Masalahnya...

Tak hanya jumlah tertanggung individual atau perorangan yang meningkat. Jumlah tertanggung kumpulan juga meningkat 6,7% menjadi 57,8 juta orang.

“Tentu harapan kami adalah kenaikan jumlah tertanggung yang konsisten ini perlu dijaga oleh para pelaku industri asuransi jiwa dengan memberikan layanan dan pilihan produk yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia,” ujar Budi.

Sejalan dengan kenaikan jumlah tertanggung, jumlah polis asuransi jiwa juga mengalami peningkatan. Budi memaparkan, jumlah polis sampai dengan akhir Maret 2023 tercatat sebanyak 30,15 juta polis, bertambah 9,4 juta polis atau setara dengan peningkatan 45,3% dibandingkan kuartal pertama 2022 lalu. Total polis perorangan meningkat signifikan sebanyak 45,1% menjadi 29,06 juta polis.

“Kenaikan yang signifikan dari total polis perorangan ini mengindikasikan semakin tingginya awareness atau kesadaraan masyarakat untuk memiliki perlindungan dan perencanaan keuangan dari produk-produk asuransi jiwa maupun kesehatan,” ujar Budi.

Segendang sepenarian, jumlah polis kumpulan juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 48,9% menjadi 1,09 juta polis. “Artinya, ada beberapa perusahaan, ada beberapa organisasi, ada beberapa kantor yang sebelumnya belum mengasuransikan pegawainya, belum mengasuransikan anggotanya tetapi sekarang sudah mulai berasuransi,” jelas Budi.

Baca Juga :   Respons Pengaduan ke Komisi  XI DPR RI, AIA: Nasabah Selalu Menjadi Prioritas Kami

Sejalan dengan meningkatnya jumlah total tertanggung dan juga jumlah total polis, total uang pertanggungan asuransi jiwa juga turut mengalami peningkatan. Total uang pertanggungan naik sebesar 17,3% jika dibandingkan periode kuartal pertama 2022 menjadi Rp5.002,3 triliun.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya uang pertanggungan perorangan sebanyak 14,8% menjadi Rp2.635,7 triliun, sedangkan total uang pertanggungan kumpulan naik 20,1% menjadi Rp2.366,6 triliun.

1 comment

Leave a reply

Iconomics