Kemendag Catatkan Pencapaian di 3 Program Ini Selama 1 Tahun, Apa Saja?

0
97
Reporter: Rommy Yudhistira

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat pencapaian di bidang perdagangan melalui 3 program utama selama 1 tahun ini. Ketiga program itu ialah pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, dan UMKM berani inovasi siap adaptasi ekspor (UMKM Bisa Ekspor).

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, 3 program itu menjadi fondasi dalam membangun sektor ekonomi di bidang perdagangan. Kemendag disebutnberperan dalam menjaga pasar dalam negeri, sehingga produk Indonesia berdaulat di rumah sendiri, mampu memperluas pasar ekspor, dan memberdayakan UMKM agar naik kelas, serta menembus pasar global.

“Dengan langkah-langkah konkret ini, Kemendag berkomitmen menghadirkan perdagangan yang adil, inklusif, dan menyejahterakan rakyat,” kata Budi dalam keterangan resminya pada Sabtu (25/10).

Selama periode Oktober 2024-Oktober 2025, kata Budi, Kemendag menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok melalui penguatan sistem pemantauan harga pasar. Program perdagangan antar-wilayah pun menunjukkan hasil positif, yang tercermin dari penurunan disparitas harga di daerah menjadi 10,25% pada 2024, dari 14,25% pada 2014.

Kemudian untuk perluasan pasar ekspor, kata Budi, pihaknya telah memperkuat diplomasi ekonomi melalui berbagai perundingan dagang, dan penjajakan bisnis antara eksportir Indonesia, dan perwakilan perdagangan. Kemendag pun melakukan penguatan pusat bantuan ekspor, di berbagai daerah dan hasilnya, ekspor non-migas Indonesia mencapai US$ 176,09 miliar pada Januari-Agustus 2025, atau tumbuh 9,15% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga :   Kemendag Fasilitasi Pelaku Gim Nasional di Ajang Gamescom 2025, Dukung Ekspansi Pasar Internasional

“Perluasan pasar ekspor menjadi prioritas untuk menghasilkan eksportir tangguh yang semakin berkontribusi terhadap ekonomi nasional,” ujar Budi.

Selanjutnya untuk UMKM Bisa Ekspor, kata Budi, program itu terus menunjukkan hasil nyata sebagai wujud keberpihakan terhadap pelaku UMKM. Upaya itu dilakukan melalui sertifikasi produk, pendampingan ekspor, penjajakan bisnis, dan pelatihan digitalisasi.

Sepanjang Januari-September 2025, kata Budi, Kemendag telah memfasilitasi 501 kegiatan penjajakan bisnis yang mencakup 341 presentasi bisnis, dan 160 pertemuan dengan pembeli internasional. Dari kegiatan itu, Kemendag mencatat nilai transaksi mencapai US$ 108,82 juta, yang terdiri dari pesanan pembelian sebesar US$ 55,95 juta, dan potensi transaksi senilai US$ 52,86 juta.

“Kemendag akan terus memperkuat integrasi pasar domestik, memperluas jaringan ekspor non-tradisional, serta memperkuat ekosistem UMKM digital dan ekspor demi mewujudkan kemandirian ekonomi nasional yang berkeadilan,” ujar Budi.

Leave a reply

Iconomics