Kemendag Dorong Sinergi dengan HIPKA Perkuat UMKM dan Ekspor Nasional

0
78

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Dalam sambutan yang dibacakan oleh Iqbal Shoffan Shofwan mewakili Menteri Perdagangan Budi Santoso pada Business Forum Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) di Jakarta, Kamis (23/10), Kemendag menyoroti tiga program prioritas yang menjadi fokus utama tahun ini, yakni pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, serta program “UMKM Bisa Ekspor.”

Iqbal mengatakan, di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan, Indonesia tetap mampu mencatatkan surplus neraca perdagangan, dengan nilai kumulatif Januari–Agustus 2025 mencapai 29,14 miliar dolar AS.

“Angka ini menunjukkan ketangguhan pelaku usaha Indonesia, khususnya UMKM yang tidak hanya bertahan tetapi juga terus berkembang di tengah ketidakpastian global,” ujarnya.

Sektor UMKM kini menyumbang 60,51 persen terhadap PDB, dengan jumlah pelaku usaha mencapai 64,2 juta unit dan menyerap lebih dari 120 juta tenaga kerja. Potensi bisnis UMKM pada 2025 bahkan diperkirakan menembus 135 miliar dolar AS.

Baca Juga :   Kemendag Kirim 1.200 Ton Migor Curah ke Maluku dan Papua Seharga Rp 14 Ribu/Liter

Untuk pengamanan pasar dalam negeri, Kemendag memperluas akses pemasaran produk lokal melalui business matching dengan ritel modern dan sektor perhotelan, serta melalui pameran dan pendampingan sertifikasi produk. Program ini juga didukung oleh gerakan nasional seperti Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Belanja di Indonesia Aja (BINA).

“Khusus di lingkungan Kementerian Perdagangan, kami juga memiliki Gerakan Kamis Pakai Lokal (GASPOL). Gerakan ini telah dijalankan sejak sekitar lima bulan lalu — setiap hari Kamis, seluruh pegawai Kementerian mengenakan produk lokal dari kepala hingga kaki. Melalui gerakan ini, kami ingin menunjukkan bahwa bangga pada produk UMKM harus diwujudkan bukan hanya dengan kata, tetapi juga dengan membeli dan menggunakan produk UMKM Indonesia,”  tutur Iqbal.

Sementara itu, dalam perluasan pasar ekspor, Kemendag terus memperkuat perjanjian perdagangan internasional. Hingga kini, telah tercatat 23 perjanjian perdagangan (PTA, FTA, dan CEPA) dengan 30 negara di enam kawasan dunia. Tahun ini, Kemendag menargetkan penyelesaian perjanjian dengan Uni Eropa, Eurasia, dan Tunisia.

Baca Juga :   Mendag Lutfi: Harga Bahan Pokok Nasional Stabil dan Stoknya Pun Aman

Program ketiga, “UMKM Bisa Ekspor” (Berani Inovasi, Siap Adaptasi), juga telah menunjukkan hasil konkret. Sepanjang Januari–September 2025, tercatat 501 kegiatan business matching yang melibatkan 1.013 UMKM, dengan total transaksi mencapai 108,8 juta dolar AS atau sekitar Rp1,8 triliun.

Menteri Budi Santoso dalam sambutannya juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan organisasi seperti HIPKA dalam memperkuat daya saing UMKM nasional.

“Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas dan akses pasar bagi UMKM,” ujarnya, seraya mengajak seluruh anggota HIPKA untuk menjaga semangat kolaborasi, memperkuat inovasi, dan menumbuhkan semangat ‘UMKM Bisa Ekspor.’

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics