Unilever Indonesia Catat Kinerja Solid, Laba Bersih Kuartal III 2025 Naik 117%

0
83

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatat kinerja solid pada kuartal ketiga 2025, menandai kembalinya tren pertumbuhan positif. Dalam laporan keuangan interim untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2025 (tidak diaudit), Perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp9,4 triliun dengan laba bersih mencapai Rp1,2 triliun.

Kinerja tersebut menunjukkan peningkatan penjualan 12,4% secara tahunan (year-on-year) dan 7,7% secara kuartalan (quarter-on-quarter). Laba bersih meningkat 117% yoy dan 28,5% qoq, dengan margin kotor naik menjadi 49,2%, atau 366 basis poin lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Hasil kinerja kuartal ketiga kami menjadi langkah nyata dalam perjalanan pemulihan bisnis kami. Kami mulai melihat dampak positif dari perubahan struktural dan langkah disiplin yang telah kami ambil selama setahun terakhir,” Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk Benjie Yap, Kamis (23/10).

Ia menambahkan, pada awal tahun ini perusahaan telah menetapkan komitmen untuk mengembalikan pertumbuhan pada paruh kedua 2025, dan kini target tersebut mulai tercapai. Menurutnya, momentum yang dibangun berlandaskan fondasi bisnis yang lebih kuat, eksekusi yang lebih tajam, serta kerja sama lintas tim dalam menghadapi tantangan operasional, menjadi modal penting bagi pertumbuhan yang berkelanjutan dan menguntungkan di tengah dinamika pasar yang kian kompetitif.

Baca Juga :   Hingga Kuartal III 2024, Unilever Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp3 Triliun

Kinerja pada sembilan bulan pertama 2025 ini ditopang oleh pertumbuhan di seluruh unit bisnis perushaan, didorong oleh peningkatan volume penjualan. Penjualan domestik naik 12,7% pada kuartal ketiga 2025, mencerminkan ketangguhan Perseroan dan kemajuan dalam menjalankan agenda transformasi.

Empat belas merek unggulan seperti Pepsodent, Bango, Royco, Sunlight, Molto, Vaseline, Close Up, Glow & Lovely, Rexona, Tresemme, Dove, Zwitsal, Wipol, dan Clear mencatatkan pertumbuhan positif hingga September 2025. Merek-merek tersebut berkontribusi 65% terhadap total penjualan dan mendorong pertumbuhan penjualan inti (Underlying Sales Growth) sebesar 6,8%.

Strategi pertumbuhan Unilever Indonesia berfokus pada tiga pilar utama, yaitu Category (Kategori), Channel (Saluran), dan Cost (Biaya), untuk mendorong pertumbuhan berkualitas jangka panjang.

Pada aspek Category, lebih dari 85% merek telah meluncurkan inovasi baru sepanjang 2025, dengan fokus pada segmen produk berpotensi tinggi dan strategi digital yang diperkuat. Peralihan strategis menuju portofolio dengan pertumbuhan tinggi memberikan kontribusi 9,3% terhadap penjualan Home & Personal Care, meningkat 23% dibandingkan kuartal pertama 2025.

Baca Juga :   Kolaborasi Gojek dan Unilever Penuhi Kebutuhan Masyarakat Saat Pandemi

Dari sisi Channel, Perseroan memperluas jangkauan ritel sebesar 18%, meningkatkan tenaga penjualan 19%, serta memperluas variasi produk hingga 16%. Platform digital Sahabat Warung juga terus dikembangkan untuk memperkuat hubungan dengan pelaku usaha mikro.

Sementara itu, strategi Cost berfokus pada efisiensi dan transformasi digital di seluruh rantai nilai, yang berhasil meningkatkan produktivitas dan margin kotor, sekaligus membuka ruang reinvestasi untuk mendukung prioritas pertumbuhan.

Menatap kuartal terakhir 2025, Unilever Indonesia tetap konsisten menjalankan eksekusi yang disiplin dan memperkuat fondasi pertumbuhan berkelanjutan. Perseroan juga menegaskan keyakinannya untuk menyelesaikan pemisahan unit bisnis Es Krim pada tahun ini, sebagai langkah strategis mempertajam fokus portofolio.

“Kami menutup tahun 2025 dengan penuh tujuan dan semangat. Langkah-langkah yang telah kami lakukan untuk menyederhanakan portofolio, berinvestasi pada merek-merek kami, dan membangun keunggulan eksekusi, telah mempersiapkan kami untuk dampak jangka panjang,” tambah Benjie.

Ia menekankan bahwa Unilever Indonesia berkomitmen untuk terus tumbuh secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Melalui investasi pada inovasi dan penguatan merek unggulan, perusahaan berupaya memberikan nilai tambah bagi konsumen Indonesia, sekaligus memantapkan fondasi kinerja yang solid menuju 2026 dan tahun-tahun berikutnya.

Baca Juga :   Satu Direksi Unilever Indonesia Mengundurkan Diri

Dengan strategi yang konsisten dan momentum pemulihan yang kuat, Unilever Indonesia menegaskan kembali posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri barang konsumsi nasional.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics