Kemendag Terus Perluas Akses Pasar Internasional Lewat Kerja Sama Dagang dengan Kanada dan Uni Eropa
Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus memperluas peningkatan akses pasar internasional, melalui perjanjian dagang antara Indonesia dengan Kanada, dan Uni Eropa. Melalui perjanjian itu, pelaku usaha Indonesia bisa mengekspor dengan akses pasar internasional yang menjadi prioritas pemerintah.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan, pemerintah secara aktif bernegosiasi, dan menyelesaikan berbagai perjanjian dagang seperti Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) pada 23 September 2025, dan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) pada 24 September 2025.
Penyelesaian IEU-CEPA dan ICA-CEPA, kata Roro, menjadi titik perjalanan dalam memperkuat posisi perdagangan Indonesia di kancah global. Dan khususnya dalam kondisi geopolitik dan perdagangan dunia saat ini.
Roro mengatakan, perdagangan barang serta jasa Indonesia di kawasan Eropa, dan Amerika Utara akan semakin kuat, seiring peningkatan investasi yang akan menciptakan lapangan pekerjaan. Untuk memastikan kedua perjanjian tersebut benar-benar bermanfaat bagi Indonesia, maka Kemendag berpandangan perlu kolaborasi yang erat dari seluruh pemangku kepentingan.
“Kita ingin memastikan bahwa begitu CEPA berlaku, pelaku usaha siap melangkah; usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) siap naik kelas; tenaga profesional siap berkarya di mancanegara; dan Indonesia siap meraih peluang besar di Uni Eropa serta Kanada,” kata Roro dalam keterangan resminya pada Senin (8/12).
Kemudian, kata Roro, kedua perjanjian tersebut akan memperkuat keyakinan investor. Adanya sinergi antar-negara yang terjalin, diharapkan bisa menciptakan arus modal baru, transfer teknologi dan keahlian, serta memperkuat rantai pasok di sektor prioritas.
Di samping itu, lanjut Roro, kedua perjanjian itu sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan Indonesia. Tidak hanya itu, CEPA juga memberikan perhatian khusus pada UMKM, termasuk UMKM miliki perempuan dan generasi muda.
“Dukungan berupa pertukaran informasi dan akses pembiayaan, digitalisasi, informasi pasar, dan jejaring bisnis internasional akan membantu UMKM naik kelas dan masuk rantai pasok global,” ujar Roro.