Kemenhub Klaim Selesaikan 25 dari 35 PSN Sektor Transportasi

0
16
Reporter: Rommy Yudhistira

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyelesaikan sebanyak 25 proyek strategis nasional (PSN) sektor transportasi yang telah ditetapkan pemerintah. Kemenhub mendapatkan tugas untuk menyelesaikan 35 PSN sektor transportasi.

Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, dari 25 PSN yang diselesaikan sebanyak 7 proyek merupakan pembangunan bandar udara (bandara). Kemudian, 7 proyek kereta api, dan sebanyak 11 proyek lainnya merupakan PSN pelabuhan.

Dari 7 PSN bandara yang telah selesai, kata Budi Karya, meliputi Bandara Yogyakarta, Bandara Kediri, Bandara Lombok, Bandara Komodo, Bandara Raja Haji Abdullah Tanjung Balai Karimun, Bandara Nabire Baru, dan bandara Siboru Fakfak. Selanjutnya, 7 proyek di sektor kereta api (KA) terdiri atas KA Tebing Tinggi-Kuala Tanjung, KA Rantau Prapat-Kota Pinang, LRT Palembang, LRT Jabodebek, Kereta Cepat Jakarta-Bandung, KA Yogyakarta, dan KA Makassar-Parepare.

Kemudian, kata Budi Karya, 11 proyek pembangunan pelabuhan meliputi Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelabuhan Terminal Kijing, Pelabuhan Patimban, Pelabuhan Sanur, Pelabuhan KEK Maloy, Pelabuhan Teluk Palu, Makassar New Port, Pelabuhan Likupang, Pelabuhan Hub Internasional Bitung, Pelabuhan Kupang, dan Terminal Multipurpose Labuan Bajo.

Baca Juga :   Wakil Ketua Komisi IX Dukung Rencana Moratorium Pengiriman PMI ke Malaysia

“Ini menjadi bukti bahwa apa yang selama ini ada di luar negeri dan tidak mungkin terjadi di negara kita, itu terjadi. Dan persiapan kita untuk menjadi negara maju kita letakkan di sana,” kata Budi dalam Rapat Kerja Nasional untuk PSN di Hotel Park Hyatt, Jakarta, Selasa (14/5).

Untuk PSN transportasi yang belum rampung, kata Budi Karya, terdapat 10 proyek yang masih dalam proses penyelesaian dan 4 di antaranya ditargetkan selesai pada 2024. Adapun 2 proyek di sektor KA dan 2 proyek di sektor pelabuhan. Sedangkan untuk 6 proyek rencananya diselesaikan setelah tahun 2024.

Untuk menyelesaikan target yang ditentukan, kata Budi Karya, pembangunan infrastruktur transportasi tidak terlepas dari peran berbagai pihak. Karena itu, pentingnya pembiayaan kreatif guna meningkatkan pembangunan infrastruktur transportasi di Tanah Air. Hal itu dilakukan untuk menyiasati terbatasnya anggaran pemerintah.

“Maka dari itu, kami membuka diri dan mengundang pihak swasta untuk berkolaborasi dalam pengelolaan infrastruktur transportasi, baik di sektor udara, laut, dan perkeretaapian. Sejalan dengan itu, kami pun berusaha untuk mempermudah regulasinya,” katanya.

Leave a reply

Iconomics