Kepala BGN Sebut Presiden Prihatin atas Peristiwa KLB Keracunan MBG
Kepala BGN (periode 2024 - Juni 2026), Dadan Hindayana/Dok. BGN
Presiden Prabowo Subianto mengaku prihatin atas berbagai peristiwa keracunan dalam program makan bergizi gratis (MBG) di sejumlah wilayah. Karena fakta itu, program MBG diminta perlu ditingkatkan kualitas tata kelolanya dan mengarahkan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki juru masak terlatih, serta dilengkapi alat rapid test untuk memeriksa kualitas makanan.
Di samping itu, kata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hidayana, Presiden Prabowo pun menginstruksikan agar setiap SPPG memiliki alat sterilisasi food tray, memasang filter air, dan dilengkapi CCTV yang terhubung langsung ke pusat. Dengan langkah-langkah tersebut, Presiden Prabowo berharap dapat memperkuat kualitas layanan, dan memastikan program pemenuhan gizi nasional berjalan lebih aman, dan terpercaya.
Dalam laporan BGN, kata Dadan, terdapat kejadian luar biasa mulai dari 6 Januari hingga 31 Juli 2025 sebanyak 24 kasus kejadian, dengan total 2.391 SPPG yang beroperasi. Sementara pada 1 Agustus-27 September 2025 ada 47 kasus kejadian dengan jumlah SPPG yang beroperasi sebanyak 7.244.
“Data menunjukkan bahwa kasus banyak dialami oleh SPPG yang baru beroperasi karena SDM masih membutuhkan jam terbang,” kata Dadan dalam keterangan resminya pada Minggu (28/9).
Dadan menambahkan, ada faktor lain yang turut memicu insiden tersebut yakni kualitas bahan baku, kondisi air, dan pelanggaran standar operasional prosedur.
Pada kesempatan itu, Dadan pun melaporkan jumlah SPPG yang telah beroperasi sampai saat ini sebanyak 9.615 unit. Â “Capaian jumlah SPPG yang operasional telah mencapai 9.615 dan telah melayani kurang lebih 31 juta penerima manfaat,” ujarnya.