Kinerja Keuangan Bukalapak, Pendapatan Tumbuh Kuat, Tetapi Profitabilitas Babak Belur
Kantor Bukalapak/Dok. Bukalapak
PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dalam keterangan pers mengklaim mengawali tahun 2026 dengan momentum yang solid, meneruskan tren positif dari tahun sebelumnya melalui capaian kinerja yang kuat pada kuartal pertama.
Kinerja keuangan BUKA pada kuartal I 2026 memang menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan, tetapi sisi profitabilitas babak beluar.
Perseroan membukukan pendapatan neto sebesar Rp2,37 triliun, meningkat sekitar 63% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,46 triliun.
Beban pokok pendapatan mencapai Rp2,21 triliun menyebabkan laba kotor Perseroan relatif terbatas, yakni sekitar Rp163 miliar. Dengan demikian, margin kotor tercatat sekitar 6,9%. Margin yang tipis ini menjadi salah satu faktor utama yang membatasi kemampuan Perseroan dalam menghasilkan keuntungan.
Beban penjualan dan pemasaran serta beban umum dan administrasi masing-masing tercatat sebesar Rp64,6 miliar dan Rp114,3 miliar. Meskipun beban operasional relatif terkendali, tekanan utama terhadap kinerja berasal dari pengakuan rugi nilai investasi bersih sebesar Rp587,4 miliar, yang meningkat tajam dibandingkan periode sebelumnya.
Akibatnya, Perseroan mencatat rugi usaha sebesar Rp519,1 miliar, berbalik dari rugi usaha sebesar Rp94,4 miliar pada kuartal I 2025.
Setelah memperhitungkan pendapatan keuangan sebesar Rp117,3 miliar, beban keuangan, serta bagian rugi dari entitas asosiasi, Perseroan membukukan rugi sebelum pajak sebesar Rp412,6 miliar.
Pada akhirnya, PT Bukalapak.com Tbk mencatat rugi bersih periode berjalan sebesar Rp423,5 miliar, berbalik dari laba bersih sebesar Rp111,8 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dalam siaran persnya, manajemen BUKA menjelaskan segmen Gaming menjadi pilar utama pertumbuhan pendapatan pada periode kuartal pertama 2026 yaitu mencapai Rp2,1 triliun, meningkat dari Rp1,1 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
“Pertumbuhan ini dipicu oleh ekspansi di berbagai market dan produk baru, yang didukung oleh pertumbuhan market dalam negeri yang tetap kuat,” jelas manajemen BUKA.
Selain itu, pertumbuhan pendapatan segmen Gaming juga terjadi karena inisiatif strategis melalui penyelenggaraan Lapak Gaming Battle Arena turut memperkuat kehadiran merek Lapakgaming di tengah komunitas gamer.
Di sisi lain, manajemen BUKA juga menjelaskan bahwa segmen Mitra Bukalapak terus memperkokoh peranannya sebagai pemberdaya ekosistem UMKM di Indonesia dengan mencatat pendapatan Rp 175 miliar, yang didukung oleh perluasan infrastruktur pembayaran melalui akses untuk para Mitra untuk penggunaan mesin EDC dan solusi QRIS Soundbox.
Pada lini bisnis lainnya, segmen Retail mencatatkan pendapatan Rp80 miliar, yang diperkuat oleh ekspansi fisik melalui pembukaan tiga gerai baru Lifework di Central Park Mall, Tunjungan Plaza, dan Senayan City.
Sementara itu, segmen Investasi menyumbangkan pendapatan sebesar Rp 22 miliar, ditopang oleh peningkatan AUM (Asset Under Management) dan jumlah transaksi, serta diperkenalkannya produk keuangan baru seperti penawaran berbasis emas dan instrumen investasi dalam denominasi USD.
“Performa yang kuat dari berbagai segmen bisnis yang terdiversifikasi ini mencerminkan komitmen BUKA dalam membangun ekosistem perdagangan yang menyeluruh bagi pengguna dan pelaku usaha di seluruh Indonesia,” sebut manajemen BUKA.