Krakatau Steel Ajukan Dukungan Pendanaan US$500 Juta dari Danantara untuk Perkuat Operasional 

0
101

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) tengah mengajukan dukungan pendanaan senilai total US$500 juta kepada Danantara guna memperkuat modal kerja. Melalui dukungan Danantara, BUMN yang bergerak di industri baja ini diharapkan akan beroperasi secara optimal dan mengurangi beban biaya bahan baku yang sebelumnya menggunakan pembiayaan dari pihak ke-3 (financier). 

Informasi tersebut disampaikan manajemen Krakatau Steel dalam surat tanggapan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), menanggapi permintaan penjelasan bursa atas pemberitaan di media massa. Surat bertanggal 8 Oktober 2025 itu ditandatangani oleh Corporate Secretary PT Krakatau Steel, Fedaus.

Dalam penjelasannya, manajemen Krakatau Steel menyebutkan bahwa dari total kebutuhan US$500 juta, tahap awal akan dipenuhi melalui Pinjaman Pemegang Saham (PPS) senilai US$250 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional utama perusahaan, khususnya pembelian bahan baku baja bagi sejumlah anak usaha.

Bahan baku yang akan dibiayai mencakup Slab baja untuk pabrik Hot Strip Mill (HSM), Hot Rolled Coil (HRC) dan Cold Rolled Coil Full Hard (CRC F/H) untuk pabrik Cold Rolling Mill (CRM) PT Krakatau Baja Industri (KBI), HRC untuk pabrik pipa baja PT Krakatau Pipe Industries (KPI), serta produk baja turunan lainnya.

Baca Juga :   Anak Usaha Krakatau Steel Targetkan Ekspor CRC 5.000 Ton ke Eropa

“Penggunaan dana akan disesuaikan dengan kebutuhan modal kerja sesuai cash conversion cycle masing-masing fasilitas,” tulis manajemen dalam surat tersebut.

Krakatau Steel juga menambahkan bahwa perusahaan akan mengajukan tambahan pendanaan hingga US$500 juta dalam bentuk lain guna mendukung proses penyelesaian restrukturisasi setelah mencapai kesepakatan dengan pihak perbankan.

Manajemen menilai, dukungan pendanaan dari Danantara akan berdampak langsung terhadap penurunan biaya bahan baku dan peningkatan efisiensi operasional. Selama ini, kebutuhan bahan baku banyak dipenuhi melalui pembiayaan pihak ketiga (financier) dengan tingkat bunga yang lebih tinggi dibandingkan fasilitas perbankan. Biaya pembiayaan tersebut menjadi tambahan cost of goods sold yang menekan profitabilitas perusahaan.

“Melalui dukungan Danantara, PTKS akan beroperasi secara optimal dan mengurangi beban biaya bahan baku yang sebelumnya menggunakan pembiayaan dari pihak ketiga,” tulis perusahaan.

Berdasarkan analisis internal, dukungan pembiayaan tersebut diproyeksikan dapat meningkatkan EBITDA hingga US$31,9 juta, menciptakan nilai tambah signifikan bagi entitas Krakatau Steel Group.

Selain itu, dengan modal kerja yang terjamin bagi fasilitas HSM, Krakatau Steel optimistis dapat memenuhi kewajiban restrukturisasi Tranche A menggunakan kas operasional perusahaan dari hasil kegiatan produksi HSM.

Baca Juga :   Mineral Kritis Jadi Penentu Daya Saing, Tata Kelola dan ESG Kunci Akses Pembiayaan

Fokus pada HSM dan CRM sebagai Sumber Keuntungan Berkelanjutan

Krakatau Steel menegaskan fokus strategisnya untuk memperkuat posisi sebagai produsen baja nasional utama yang efisien dan kompetitif di tingkat global. Perseroan memusatkan perhatian pada penguatan dua lini bisnis utama—HSM dan CRM—yang ditargetkan menjadi sumber keuntungan berkelanjutan (sustainable profit centers).

Untuk mencapai hal tersebut, perseroan menjalankan program efisiensi biaya secara menyeluruh di seluruh lini produksi. Upaya ini diharapkan mampu menekan biaya produksi, meningkatkan margin keuntungan, serta menjaga daya saing harga produk baja domestik terhadap impor.

Selain efisiensi, Krakatau Steel juga menerapkan strategi diversifikasi produk (product mix) dengan memanfaatkan unique selling point (USP) yang tidak banyak dimiliki pemasok baja dalam negeri. Perusahaan akan mengoptimalkan potensi pasar pada segmen USP, ekspor, dan pasar massal (mass market) yang menawarkan margin tinggi hingga menengah.

Leave a reply

Iconomics