Larangan Mudik: Pelni Hentikan Sementara Penjualan Tiket hingga Juni 2020

0
619
Reporter: Yehezkiel Sitinjak

Setelah pemerintah menetapkan larangan mudik, beberapa perusahaan transportasi mulai menghentikan operasionalnya dan menjual tiket perjalanan kepada masyarakat. PT Pelni (Persero) tak terkecuali yang melakukan itu dan menghentikan sementara penjualan tiket kepada pelanggan hingga 8 Juni nanti.

“Berdasarkan aturan tersebut, sementara waktu kami akan mempersiapkan seluruh kapal penumpang kami untuk mengangkut muatan logistik. Manajemen akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan selaku regulator untuk mengatur pola trayek agar dapat berjalan secara maksimal,” kata Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni Yahya Kuncoro dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (24/4).

Yahya mengatakan, dalam situasi wabah virus corona, Pelni berkomitmen untuk memaksimalkan pelayanan kapal-kapalnya baik itu untuk angkutan penumpang maupun angkutan logistik. “Pelni selalu siap untuk mengoperasikan kapal-kapalnya secara bergantian menuju wilayah yang tetap membuka pelabuhannya untuk angkutan barang,” kata Yahya.

Untuk mengangkut logistik, menurut Yahya, sekitar 50% kapal penumpang Pelni memiliki ruang yang dapat dimaksimalkan untuk mengangkut muatan kontainer. Muatan kontainer itu meliputi dry, reefer container, dan general cargo. Bahkan beberapa kapal mampu mengangkut kendaraan.

Baca Juga :   Kepemilikan Saham Jiwasraya, Hanson dan Aset Benny Tjokro

Yahya mengatakan, Pelni akan tetap mengoperasikan kapal perintis guna mengakomodir kebutuhan transportasi masyarakat yang berada di wilayah T3P yang ingin memenuhi kebutuhan pokok ataupun bekerja.

Adapun kesehatan seluruh kru yang bertugas akan diperiksa sebelum melakukan kegiatan operasional sesuai dengan prosedur yang ada. Yahya memastikan bahwa semua kru dalam keadaan sehat dan memenuhi standar untuk melakukan pelayaran.

Sebagai informasi, berikut beberapa kapal yang telah dijadwalkan akan kembali beroperasional:

KM Sinabung akan berlayar pada 24 April 2020 dari Tg. Priok dengan rute Tg. Priok – Kijang – Batam – Belawan (PP) menggantikan rute yang dioperasikan KM Kelud.

KM Gunung Dempo akan beroperasi pada 24 April 2020 dengan rute Tg. Priok – Surabaya – Makassar – Ambon – Sorong – Jayapura – Sorong – Makassar – Surabaya – Tg. Priok dan melakukan omisi Manokwari, Nabire, Wasior serta deviasi di Ambon.

KM Labobar dijadwalkan akan berangkat dari Pelabuhan Surabaya pada 27 April 2020 dengan rute Surabaya – Makassar – ParePare – Balikpapan – Tarakan – Nunukan – Pantoloan – Balikpapan – ParePare – Makassar – Surabaya.

Baca Juga :   Askrindo di Tangan Eks Bankir BRI

KM Ciremai akan berangkat dari Pelabuhan Tg. Priok pada 29 April 2020 dengan rute Tg. Priok – Surabaya – Makassar – BauBau – Sorong – Biak – Jayapura – Biak – Sorong – Namlea – BauBau – Makassar – Surabaya – Tg. Priok. Kapal melakukan omisi Manokwari dan deviasi di Namlea.

KM Dobonsolo akan berangkat pada tanggal 4 Mei 2020 dengan rute Tg. Priok – Surabaya – Makassar – BauBau – Ambon – Sorong – Serui – Jayapura – Sorong – Ambon – BauBau – Makassar – Surabaya – Tg. Priok.

KM Nggapulu dijadwalkan akan berangkat melalui Pelabuhan Tg. Priok pada 6 Mei 2020 dengan rute Tg. Priok – Surabaya – Makassar – BauBau – Ambon – Tual – Dobo (PP). Kapal melakukan omisi di Banda, Kaimana dan Fak-Fak.

Leave a reply

Iconomics