Menkeu Terapkan Strategi Kontrol Inflasi agar Suku Bunga BI Turun

0
70
Reporter: Rommy Yudhistira

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menerapkan strategi pengendalian inflasi untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI rate. Pemerintah berencana menjaga inflasi di angka 2,5%, sehingga suku bunga acuan bisa turun ke angka 3,5%.

Purbaya mengatakan, turunnya bunga acuan akan berdampak pada penurunan bunga pinjaman menjadi 7% atau di bawahnya lagi. Apabila hal itu terjadi, ekonomi Indonesia dinilai bisa tumbuh lebih cepat.

“Atau paling tidak, bisa bersaing dengan negara lain. Karena di Malaysia bunga pinjaman paling 5%. Kalau di sini ketinggian, perusahaan kita bisa kalah bersaing. Jadi di sini pentingnya pengendalian inflasi,” kata Purbaya dalam rapat koordinasi bersama di Jakarta, Senin (20/10).

Dalam target nasional, kata Purbaya, inflasi menjadi salah satu instrumen untuk menjaga stabilitas sosial, dan politik. Itu sebabnya, Presiden ke-2 RI Soeharto mampu bertahan selama 32 tahun, karena berhasil menjaga inflasi, khususnya pada stabilitas harga beras.

“Jadi inflasi ini sangat penting, untuk meningkatkan popularitas pemimpin daerah. Kalau di daerah ini harganya tidak terkendali, pasti nanti ke depannya kalau ada pemilu tidak terpilih lagi. Jadi pertu masih merupakan alat politik utama di Indonesia,” kata Purbaya.

Baca Juga :   BI Perkirakan Inflasi Mei 2020 Sekitar 0,09%

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Kemenkeu mencatat ada 37 provinsi yang mengalami inflasi. Dari jumlah itu, sebanyak 25 provinsi mampu menjaga inflasi sesuai target.

Purbaya mengatakan, Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berperan penting untuk menjaga inflasi sesuai target. Oleh sebab itu, kerja sama perdagangan antar-daerah menjadi salah satu faktor yang tidak kalah penting dalam mendorong perekonomian daerah.

“Daerah yang aktif membangun jaringan pasokan lintas wilayah, inflasinya jauh lebih stabil. Tapi kita tidak boleh lengah, karena (kenaikan) harga pangan dan energi bisa datang kapan saja. Terutama menjelang akhir tahun, atau musim tanam baru. Karena itu sinergi antara TPIP dan TPID harus terus diperkuat,” ujar Purbaya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics