Minta Tantiem Komisaris dan Direksi BUMN Dihilangkan, Presidan Prabowo Berambisi APBN Tak Lagi Defisit pada 2027 atau 2028

0
54

Meski defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih tinggi baik pada tahun 2025 ini maupun tahun 2026, Presiden Prabowo Subianto berambisi pada 2027 atau 2028, neraca pendapatan dan belaja negara tak lagi defisit.

Untuk mencapai hal itu, selain terus melanjutkan efisiensi belanja, Prabowo berjanji akan memaksimalkan seluruh potensi pendapatan, tidak hanya melalui perpajakan, tetapi juga mengoptimalkan aset-aset negara yang dikelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Prabowo pun menyinggung tantiem yang diterima oleh komisaris dan direksi BUMN yang tak sebanding dengan kinerja mereka.

Gemuruh suara dan tepuk tangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berkali-kali terdengar saat Prabowo menyampaikan pidato RUU tentang APBN dan Nota Keuangan 2026 di DPR RI, Jumat petang (15/8).

Prabowo menyampaikan belanja negara dalam APBN 2026 dialokasikan sebesar Rp3.786,5 triliun dan pendapatan negara ditargetkan mencapai Rp3.147,7 triliun. 

Dengan demikian, defisit APBN tahun depan, yang merupakan APBN pertama yang disusun pemerintahan Prabowo, dirancang sebesar Rp638,8 triliun atau 2,48% PDB.

“Pemerintah yang saya pimpin,” kata Prabowo,  “berjanji di hadapan majelis ini, kami akan terus melaksanakan efisiensi sehingga defisit ini kita ingin tekankan sekecil mungkin.”

“Harapan saya, cita-cita saya untuk suatu saat, apakah dalam 2027 atau 2028, saya ingin berdiri di depan majelis ini, di podium ini, untuk menyampaikan bahwa kita berhasil punya APBN yang tidak ada defisitnya sama sekali,” kata Prabowo disambut tepuk tangan dan pekikan “Hidup Prabowo, Hidup Prabowo” dari anggota Dewan.

Baca Juga :   Dilantik Jadi Menteri Perumahan, Apa Rencana Maruarar Sirait?

“Kita harus berani. Kita harus berani dan bertekad menghilangkan kebocoran, menekan segala bentuk kebocoran. Dan untuk itu, saya minta dukungan seluruh kekuatan politik yang ada di Indonesia,” ujar Prabowo.

Untuk mengatasi defisit anggaran, ia mengatakan, pemerintahannya “akan mengembangkan pembiayaan kreatif dan inovatif yang lebih masif sehingga tidak hanya mengandalkan APBN. APBN didesain tetap fleksibel agar adaptif dan responsif untuk meredam guncangan.”

APBN, kata Prabowo, harus terus dijaga tetap sehat dan kredibel melalui optimalisasi pendapatan, penguatan kualitas belanja serta inovasi pembiayaan.

“Optimalisasi pendapatan negara harus dilakukan secara konsisten. Pajak adalah instrumen untuk keadilan, untuk redistribusi pendapatan. Yang kaya bayar pajak, yang tidak mampu dibantu,” ujarnya.

Penerimaan perpajakan, kata dia,  akan terus ditingkatkan dengan tetap melindungi iklim investasi dan keberlanjutan dunia usaha.

Insentif fiskal juga tetap diberikan secara terarah dan terukur untuk mendukung aktivitas ekonomi strategis. 

“Pengelolaan SDA (sumber daya alam) akan kita perkuat untuk digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Setiap aset negara harus dikelola secara efisien dan produktif agar menghasilkan nilai tambah dan kontribusi positif bagi kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Baca Juga :   Prabowo Rilis Aturan Baru Soal Tugas dan Fungsi Kementerian, Kemenkeu Tak Lagi di Bawah Koordinasi Kemenko Perekonomian

Dalam dunia bisnis, kata Prabowo, bisnis dikatakan berhasil apabila bisa menghasilkan Return on Asset (RoA) sebesar 10-12%.

“Katakanlah untuk bangsa Indonesia cukup 5%. Saudara-saudara sekalian, aset yang dimiliki bangsa Indonesia yang berada di BUMN-BUMN kita senilai lebih dari US$1.000 triliun. Harusnya BUMN itu menyumbang kepada kita minimal US$50 miliar. Kalau US$50 miliar APBN kita tidak defisit,” ujarnya.

Karena itulah, Prabowo mengatakan dirinya sudah memberikan tugas kepada Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia untuk membereskan BUMN yang selama ini menurutnya dikelola “secara tidak masuk akal.”

“Perusahaan rugi, (tetapi) komisarisnya banyak banget. Saya potong setengah komisaris, paling banyak enam orang, kalau bisa cukup empat  atau lima,” ujarnya.

Tak hanya mengurangi jumlah komisaris, Prabowo juga mengatakan menghilangkan tantiem bagi komisaris.

“Saya pun tidak mengerti apa arti tantiem itu. Itu akal-akalan mereka saja. Dia memilih istilah asing supaya kita tidak mengerti apa itu tantiem,” ujarnya.

“Saudara-saudara masa ada komisaris yang rapat sebulan sekali, tantiemnya Rp40 miliar setahun,” tambahnya disambut teriakan ‘huuu’ dari anggota DPR.

Tak hanya tantiem untuk komisaris, Prabowo juga mengatakan sudah memerintahkan Danatara untuk menghapus tantiem bagi direksi bila BUMN rugi.

Baca Juga :   Penerimaan Negara Januari 2026 Capai Rp172,7 Triliun, Pajak Tumbuh 30,8%

“Untungnya (pun) harus untung benar. Jangan untung akal-akalan,” tambahnya.

Prabowo menegaskan, bila ada komisaris dan direksi yang keberatan dengan kebijakannya ini, ia mempersilakan mengundurkan diri.

“Jadi, direksi dan komisaris kalau keberatan tidak bersedia tidak menerima tantiem, berhenti. Banyak anak-anak muda yang mampu, yang siap menggantikan mereka,” kata Prabowo dengan penuh semangat.

“Setiap rupiah, setiap rupiah uang rakyat harus kita jaga. Harus kita jaga. Jangan seenaknya main-main dengan uang rakyat. Jangan seenak-enaknya,” tambahnya.

Prabowo mengatakan dengan pengelolaan fiskal yang sehat, disertai dengan efektivitas transformasi ekonomi, pertumbuhan ekonomi 2026 ditargetkan mencapai 5,4% atau lebih, inflasi terkendali di level 2,5%, suku bunga SBN di kisaran 6,9%.

Kemudian, nilai tukar berada di kisaran Rp16.500 per dolar. Tingkat pengangguran terbuka pada  2026 ditargetkan turun ke tingkat 4,44%-4,96%, angka kemiskinan turun ke 6,5%-7,5% dan rasio gini turun ke 0,377%-0,38%.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics