MUFG Tegaskan Komitmen Keberlanjutan Melalui Danamon dan Adira Finance di Indonesia

0
130

Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG), salah satu lembaga keuangan terbesar di dunia asal Jepang, menegaskan kembali komitmennya terhadap pembiayaan berkelanjutan di kawasan Asia, termasuk Indonesia.

Dalam konferensi MUFG NOW 2025 di Jakarta, Selasa (14/10), MUFG bersama anak usahanya di Indonesia, Bank Danamon dan Adira Finance, menyampaikan strategi dan langkah nyata dalam mendukung transisi menuju ekonomi hijau yang inklusif.

“Kami memiliki target mencapai Net Zero pada tahun 2030 berdasarkan angka emisi dari pembiayaan kami. Ini adalah emisi dari klien kami dikalikan dengan eksposur kami. Kami melakukan itu dengan mengurangi jumlah pembiayaan yang intensif karbon dan meningkatkan pembiayaan berkelanjutan. Kami memiliki target pembiayaan berkelanjutan sebesar 100 triliun yen (US$660 miliar). Saat ini kami telah mencapai sekitar 35–40% dari target tersebut, dan itulah target yang ingin kami capai,” kata Colin Chen, Head of Sustainable Finance, Asia Pacific, MUFG Bank, kepada wartawan.

Colin menjelaskan, pembiayaan berkelanjutan MUFG berfokus pada proyek-proyek yang berdampak langsung terhadap pengurangan emisi karbon, seperti energi terbarukan (panas bumi, surya, dan angin), efisiensi energi industri, serta pengelolaan air dan limbah.

Baca Juga :   Hafid Hadeli Pindah ke Bank Danamon

MUFG juga terlibat dalam Just Energy Transition Partnership (JETP) di Indonesia, yang awalnya didukung oleh AS dan Jepang, dengan tujuan memobilisasi pembiayaan hingga USD 40 miliar untuk proyek energi dan keberlanjutan secara adil. Salah satu proyek utama yang telah dijalankan adalah refinancing proyek geothermal. MUFG juga terlibat dalam proyek Energy Transition Mechanism (ETM), yakni pensiun dini pembangkit listrik batu bara.

“Jika proyek ETM berhasil dijalankan dengan baik, ini akan menjadi blueprint untuk proyek-proyek serupa di masa depan, mengingat Indonesia telah berkomitmen pada target Net Zero,” kata Colin.

Sebagai bagian dari grup MUFG, Bank Danamon dan Adira Finance menjadi pilar utama dalam memperluas jangkauan pembiayaan berkelanjutan hingga ke sektor UMKM dan konsumen.

Syariah & Sustainability Finance Director PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Herry Hykmanto, mengatakan saat ini lebih dari 20% portofolio Bank Danamon (bank only) sudah masuk dalam kategori sustainable finance.

“Angka ini akan terus kami tingkatkan setiap tahun. Fokus kami tidak hanya pada aspek ‘E’ (Environmental), tetapi juga ‘S’ (Social). Di Indonesia, aspek ‘E’ umumnya didominasi oleh korporasi besar, seperti sektor energi terbarukan. Namun, aspek ‘S’ juga menjadi perhatian kami karena ini merupakan salah satu kekuatan Danamon — yakni mendukung pertumbuhan sosial,” ujar Herry.

Baca Juga :   Adira Finance Perkenalkan Inovasi Baru "Cicil Dari Mesin"

Menurut Herry, dalam mendukung pembiayaan berkelanjutan ini, Danamon memiliki kelebihan dibandingkan bank-bank lain di Indonesia, karena bukan hanya sebagai sebuah bank, tetapi sebuah grup keuangan.

“MUFG merupakan bank global yang memiliki global connectivity, dan Danamon sebagai bagian dari MUFG berperan sebagai financial group yang lengkap — terdiri dari Bank Danamon, perusahaan pembiayaan Adira Finance, serta HCI (Home Credit Indonesia),” ujar Herry.

Dengan struktur seperti ini, kata Herry, grup ini mampu memberikan solusi pembiayaan berkelanjutan (sustainable finance) yang dapat menjangkau seluruh segmen — mulai dari korporasi besar hingga konsumen ritel.

“Inilah yang membedakan kami dari grup keuangan atau bank lainnya,” ujarnya.

“Sebagai contoh, di sektor perbankan, pembiayaan untuk korporasi biasanya berfokus pada aspek ‘E’ (Environmental), misalnya untuk proyek-proyek energi terbarukan. Namun, ketika kami masuk ke segmen UMKM, tidak semua lembaga keuangan memiliki risk appetite untuk sektor tersebut. Sementara itu, di segmen consumer, khususnya pembiayaan kendaraan bermotor melalui Adira Finance, terdapat aspek ‘S’ (Social) yang kuat — karena pembiayaan ini turut mendukung mobilitas dan kegiatan ekonomi masyarakat,” tambah Herry.

Baca Juga :   Kuartal I 2025, Penyaluran Kredit Bank Danamon Tumbuh 7%

Senada, Colin mengatakan MUFG adalah sebuah grup besar, dengan Danamon sebagai jaringan bank mitra terbesar — dilihat dari persentase kepemilikan — untuk kawasan ASEAN.

“Karena itu, Danamon menjadi bagian yang sangat penting dari bisnis kami. Melalui kemitraan ini, kami memiliki jaringan yang memungkinkan kami untuk membawa keahlian dari pasar lain, menyalurkan pembiayaan lintas negara, dan memahami bagaimana pasar-pasar lain beroperasi,” ujar Colin.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics