OTT KPK di Bekasi Amankan 10 Orang, Termasuk Bupati
Kantor KPK/Dok. KPK
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melancarkan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Bekasi Jawa Barat. Operasi senyap itu merupakan bagian dari kegiatan penyelidikan tertutup di lapangan.
“Benar, sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup di lapangan,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo kepada wartawan, Kamis (18/12).
Ruangan Bupati Disegel
Menurut laporan di lokasi, tim penyidik KPK yang berjumlah sekitar tiga orang terlihat melakukan aksi signifikan di Kantor Bupati Bekasi pada Kamis malam.
Mereka dilaporkan telah menyegel ruang kerja Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang.
Penyegelan ini diduga kuat Bupati Ade menjadi target utama atau salah satu pihak yang terjaring dalam operasi kali ini.
Hingga berita ini diturunkan pada Kamis (18/12) malam, operasi tersebut dilaporkan masih berlangsung. “Masih berlangsung,” kata Budi Prasetyo singkat.
Diketahui, KPK melakukan operasi senyap di Bekasi. Dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) yang dramatis, tim penyidik hingga kini telah mengamankan sepuluh orang yang diduga terlibat.
”Sampai dengan saat ini, tim sudah mengamankan sekitar 10 orang,” tegas Budi Prasetyo.
Ketegangan mencapai puncaknya setelah Budi Prasetyo mengonfirmasi bahwa penangkapan ini merupakan respons langsung terhadap penggeledahan ruang kerja Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, yang dilakukan pada Kamis malam.
Nasib kesepuluh orang yang diamankan akan ditentukan dalam hitungan jam. Sesuai KUHAP, KPK memiliki waktu 1×24 jam sejak penangkapan untuk menetapkan status hukum mereka. Apakah daftar ini akan mencakup Bupati Kunang?