Pasifik Satelit Nusantara Jalin Kerja Sama dengan Anak Usaha Turkish Aerospace Industries

0
69

PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), perusahaan satelit swasta pertama di Indonesia menjalin kerja sama dengan CTech, anak perusahaan Turkish Aerospace Industries untuk berkolaborasi dalam solusi komunikasi satelit bergerak (Satellite Communications on the Move). 

Kerja sama keduanya ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di Jakarta pada 12 Mei yang dilakukan oleh Direktur Utama Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Adi Rahman Adiwoso dan Deputy General Manager of Corporate Marketing and Sales CTech, Ejder Veli Arslan.

 Dalam keterangan tertulis yang diterima Theiconomics.com disebutkan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis PSN dalam menjawab kebutuhan konektivitas bergerak berbasis satelit di seluruh Indonesia. 

CTech, tulis manajemen PSN, dipilih sebagai mitra karena merupakan perancang dan produsen perangkat komunikasi Beyond Line of Sight (BLOS) terkemuka, dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Perusahaan induk CTech, Turkish Aerospace Industries adalah perusahaan pertahanan dan kedirgantaraan terbesar di Turki.

 Direktur Utama Pasifik Satelit Nusantara, Adi Rahman Adiwoso, mengatakan kolaborasi ini menandai langkah penting untuk memajukan inisiatif komunikasi satelit di Indonesia. Sinergi antara dua perusahaan akan mencakup menyelaraskan sistem, teknis untuk memastikan interoperabilitas antara teknologi CTech dan jaringan satelit milik PSN, serta mengejar inovasi bersama di bidang komunikasi satelit lainnya.

Baca Juga :   Pasifik Satelit Nusantara Gandeng Perusahaan India Garap Pasar PNT Satelit

“Kemitraan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem komunikasi satelit global. Dengan menggandeng CTech, kami ingin menghadirkan solusi komunikasi bergerak yang andal, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan geografis Indonesia yang luas dan menantang. Kami optimistis kerja sama ini akan membuka jalan bagi percepatan transformasi digital di sektor-sektor penting seperti transportasi, maritim, dan pertahanan nasional,” kata Adi Rahman, Kamis (26/6).

Sistem komunikasi satelit yang telah dikembangkan ini dapat memajukan teknologi satelit Indonesia secara signifikan. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk menerima sinyal jaringan satelit saat bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain, sehingga cocok digunakan di pesawat, kapal, atau kendaraan lain. 

Pengembangan sistem komunikasi ini juga dilakukan dengan memanfaatkan jaringan satelit milik PSN guna mendukung konektivitas bergerak melalui infrastruktur satelit nasional. Sistem ini dirancang agar bisa digunakan secara mulus di berbagai perangkat atau platform, memastikan konektivitas yang andal di darat, laut, dan udara.

Deputy General Manager of Marketing and Sales CTech, Ejder Veli Arslan, mengungkapkan rasa bangga dapat bermitra dengan PSN untuk mendukung pengembangan sistem komunikasi satelit bergerak di Indonesia. Apalagi Indonesia memiliki potensi besar dalam memajukan teknologi komunikasi satelit.

Baca Juga :   Pasca Peluncuran Satelit SATRIA, Pasifik Satelit Nusantara Ungkap Langkah Lanjutan

“Kami akan menggabungkan keahlian kami dalam teknologi Beyond Line of Sight (BLOS) dengan jaringan satelit nasional milik PSN, guna menghadirkan solusi konektivitas yang tangguh dan adaptif. Kami melihat PSN sebagai mitra strategis yang memiliki visi dan infrastruktur yang kuat. Kolaborasi ini bukan hanya tentang pengembangan teknologi saat ini, tetapi juga investasi kami dalam membangun masa depan konektivitas bergerak di kawasan Asia Tenggara,” jelas Ejder Veli Arslan.

CTech merupakan perusahaan asal Turki yang telah beroperasi sejak 2005, serta memiliki keahlian dalam sistem komunikasi untuk domain pertahanan dan kedirgantaraan. Portofolio produknya mencakup sistem komunikasi satelit dan sistem komunikasi line-of-sight, serta produk khusus untuk ruang angkasa dan aviasi.

CTech juga telah mendukung standar internasional infrastruktur teknologi nasional Turki dalam proyek-proyek militer, ruang angkasa, dan sipil, termasuk kolaborasi dengan lembaga pertahanan dan mitra global.

Leave a reply

Iconomics