Pemerintah Berencana Buat Roadmap AI dengan Program 10 Prioritas
Pemerintah RI berencana mengeluarkan peta jalan (roadmap) kecerdasan buatan (AI), yang memprioritaskan 10 program prioritas khusus AI, dan 145 program lain. Dalam peta jalan itu, akan mengatur standar etika penerapan AI, yang mewajibkan setiap kementerian dan lembaga melaksanakannya.
“Prinsip utama dari etika itu ada 3 hal yakni inklusif, transparansi, dan berkelanjutan. Ada beberapa prinsip yang harus diikuti, harus dijalankan, dan kita dari Komdigi juga sedang menyiapkan,” kata Dirjen Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Edwin Hidayat Abdullah dalam acara The Iconomics Digital Day 2026 di Auditorium LPP RRI, Jakarta, Kamis (26/2).
Peta jalan itu, kata Edwin, bukan sekadar pedoman yang semata-mata hanya menjadi arah dalam menentukan sikap. Melalui peta jalan itu, pemerintah ingin membuat hukum yang dapat ditegakkan, dan menjadi kedaulatan digital bagi Indonesia.
Selain itu, lanjut Edwin, peta jalan itu bertujuan menjadikan Indonesia sebagai pemain aktif dalam sektor digital dan teknologi, serta tidak hanya menjadi konsumen AI. Dalam praktiknya, peta jalan AI akan melibatkan kolaborasi antara-pihak seperti pemerintah, akademisi, industri, dan komunitas.
“Kita harus bersama-sama berkolaborasi untuk mengimplementasikan inisiatif data siber di Indonesia. Untuk membangun sistem data nasional terpadu. Keamanan siber menjadi standar keamanan tinggi, melalui strategi pusat data yang kolaboratif,” ujar Edwin.
Berdasarkan informasi dari World Economics Forum (WEF) 2026, kata Edwin, meski berpotensi menggantikan 92 juta pekerjaan, AI juga menciptakan 170 juta peran baru pada 2030.
Atas dasar itu, ujar Edwin, pemerintah ingin menjadikan AI sebagai salah satu instrumen yang menguatkan kedaulatan digital Indonesia. Dengan adanya peta jalan AI, Komdigi berharap masyarakat Indonesia bisa lebih sejahtera, memiliki daya saing, dan menjadi pemain utama dalam industri AI.
“Dengan kita berkolaborasi kita bisa dapatkan benefit dari teknologi baru yang sedang berkembang ini,” ujar Edwin.