Perluas Pasar, Ekspor Kopi ke Tiongkok Lewat SRG Capai 57,6 Ton atau Setara Rp 4,31 M

0
484
Reporter: Rommy Yudhistira

Jumlah ekspor komoditas khususnya kopi Indonesia ke Tiongkok mencapai 57,6 ton atau setara dengan Rp 4,31 miliar. Jenis kopi yang diekspor ke Tiongkok meliputi robusta sebanyak 3 kontainer ukuran 6 meter, dengan eksportir Zhanjiang Fruit Home Trading. Co, Ltd.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan, Kementerian Perdagangan memiliki instrumen kebijakan sistem resi gudang (SRG) yang diawasi Badan Pengawas Perdagangan berjangka Komoditi (Bappebti). SRG tidak sekadar instrumen tunda-jual, dan pembiayaan, tetapi berperan juga dalam pemberdayaan, serta penguatan daya saing perdagangan komoditas Indonesia di pasar internasional.

Komoditas kopi itu, kata Roro, dikirim dari gudang SRG yang dikelola Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah (KPGLB) di Subang, Jawa Barat. KPGLB telah memiliki kontrak ekspor kopi dengan pembeli dari beberapa negara seperti Mesir, Uni Emirat Arab, Lebanon, Vietnam, dan yang terbaru yakni Tiongkok.

“Kami optimistis Indonesia mampu menangkap peluang yang ada karena neraca perdagangan kita berhasil mempertahankan tren surplus pada Semester I/2025. Total nilai ekspor Indonesia pada Mei 2025 mencapai US$ 24,61 miliar yang merefleksikan pertumbuhan tahunan (yoy) sebesar 9,68% yang didorong kinerja ekspor non-migas,” kata Roro dalam keterangan resminya pada Senin (28/7).

Baca Juga :   Ingin Berinvestasi di Aset Kripto, Kemendag Minta Masyarakat Perhatikan 7P, Apa Itu?

Meski menghadapi dinamika global, kata Roro, pemerintah berusaha meningkatkan ekspor ke lintas negara. Adanya penurunan pasokan untuk berbagai komoditas krusial, termasuk kopi, membuka peluang bagi Indonesia untuk mendorong ekspor produk dalam negeri.

Untuk menjawab itu, kata Roro, Kemendag memenuhi permintaan ekspor melalui SRG karena dinilai memiliki kuantitas yang terukur, kualitas teruji, dan berkesinambungan.

“SRG bukanlah sekadar solusi domestik, tetapi menjadi jawaban strategis Indonesia terhadap sinyal pasar global yang jelas, yaitu kebutuhan akan mitra dagang yang andal. Bagi mitra dagang dan importir, SRG merupakan jaminan kepercayaan, baik kualitas dan kuantitas komoditas karena komoditas di gudang SRG melalui uji mutu sebelum penyimpanan,” tambah Roro.

Sementara itu, Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya menambahkan, nilai transaksi SRG rata-rata tumbuh sebesar 112%. Khusus untuk tahun ini, nilai transaksi SRG mencapai Rp 583,8 miliar, dengan nilai pembiayaan Rp 285,9 juta. Adapun lembaga penyalur pembiayaan yakni Bank BJB, Bank BRI, Bank BSI, Bank Aceh Syariah, Bank Kalimantan Selatan, Bank Jawa Timur, dan PT Kliring Perdagangan Berjangka Indonesia.

Baca Juga :   Kemendag Dorong Pelaku UMKM Gunakan Kemasan Siap Ekspor untuk Tingkatkan Daya Saing Produk

“Dari jumlah tersebut, pelaku usaha telah memanfaatkan SRG untuk penerbitan resi gudang atas 18 jenis komoditas, meliputi pertanian dan perkebunan. Penerbitan resi gudang telah dilaksanakan di 138 kabupaten/kota yang tersebar di 25 provinsi di Indonesia,” ujar Tirta.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics