ITDC Catat Kunjungan ke 3 Tempat Andalan Wisata Meningkat di Semester I/2025, Apa Saja?
Kunjungan wisatawan di Sirkuit Mandalika, NTB/Dok. ITDC
Kunjungan terhadap 3 kawasan andalan yang dikelola InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) seperti The Nusa Dua di Bali, The Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB), dan The Golo Mori di Nusa Tenggara Timur (NTT), meningkat Semester I/2025. The Nusa Dua, misalnya, mencatat sekitar 1,7 juta kunjungan wisatawan, atau telah mencapai 51% dari target tahunan 3,26 juta kunjungan.
Direktur Utama ITDC Ari Respati mengatakan, rata-rata okupansi hotel di kawasan itu mencapai 73,06%, dengan puncak kunjungan pada Juni sebesar 82,17%. Fakta itu menjadi bukti tingginya permintaan menjelang liburan pertengahan tahun.
“Capaian okupansi dan kunjungan wisatawan Semester I/2025 menjadi sinyal positif bahwa pendekatan berbasis karakter kawasan ini berjalan di jalur yang tepat,” kata Ari dalam keterangan resminya pada Senin (28/7).
Sedangkan The Mandalika, kata Ari, kawasan itu mencatat sekitar 573 ribu kunjungan hingga akhir Juni 2025. Pencapaian itu, menunjukkan geliat di tengah proses pengembangan kawasan Mandalika, sehingga secara keseluruhan tingkat keterisian hotel di Mandalika mencapai 39%.
Sementara itu, kata Ari, The Golo Mori mencatat sebanyak sekitar 20 ribu kunjungan wisatawan. Meski rata-rata okupansi hotel hanya sebesar 3,99%, The Golo Mori berupaya untuk mengutamakan kualitas, dan nilai tambah kawasan.
Memasuki Semester II/2025, kata Ari, ITDC menjalankan strategi optimalisasi berbasis kekuatan di setiap kawasan. Misalnya, The Nusa Dua difokuskan untuk menjaga stabilitas volume kunjungan, dan tingkat okupansi.
Kemudian, lanjut Ari, The Mandalika lebih mengutamakan penguatan kalender acara, dan penawaran agenda lainnya. Sementara The Golo, Ari menyebutkan, diarahkan untuk memperluas pangsa pasar event bernilai tinggi.
“Fokus kami di Semester II/2025 adalah memastikan keberlanjutan kinerja sekaligus menciptakan ruang baru bagi pertumbuhan kawasan. Kami menyadari adanya tantangan eksternal, namun tetap optimistis bahwa strategi yang tepat akan memberikan manfaat nyata, baik secara ekonomi maupun sosial, bagi kawasan dan masyarakat sekitarnya,” tutur Ari.