Program Pembiayaan PNM Berkontribusi Pada Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

0
422

Program pembiayaan yang diberikan oleh PT Permodalan Nasional Madani atau PNM turut berkontribusi pada upaya pemerintah untuk menurunkan jumlah kemiskinan ekstrem di Indonesia. Karena itu, saat ini data nasabah perusahaan anggota BUMN Holding Ultra Mikro ini sedang diintegrasikan dengan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).

“Saat ini kami sedang mengintegrasikan data kami, data nasabah, perkembangan nasabah, dan sebagainya, dengan data P3KE, yang saat ini data ini ditetapkan menjadi sumber data dalam semua program-program pemerintah,” ujar Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi dalam acara media gathering di Menara PNM, Jakarta, Jumat (11/11).

Arief mengatakan hingga Oktober 2022 lalu, jumlah nasabah PNM mencapai 13,15 juta, naik 21,48% dibandingkan Oktober 2021 lalu yang masih sebanyak 10,8 juta nasabah. Sebagian besar nasabah tersebut adalah kelompok masyarakat miskin yang menjalankan usaha ultra mikro, mikro dan kecil.

Pertumbuhan jumlah nasabah PNM ini juga diikuti dengan pertumbuhan jumlah penyaluran pembiayaan. Per Oktober 2022, PNM menyalurkan pembiayaan sebesar Rp51,6 triliun, naik 30% dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp39,69 triliun.

Baca Juga :   PNM Sabet Penghargaan Corporate Reputation Awards 2024

Arief mengatakan melalui program pembiayaan, baik program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), maupun program Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM), PNM berkontribusi pada program penurunan kemiskinan di Indonesia, terutama kemiskinan ekstrem.

Arief mengambil contoh di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Tingkat kemiskinan di Purbalingga mencapai 16% dan miskin ekstrem mencapai 2,1% dari total populasi. Setelah empat tahun masuk ke Purbalingga, PNM telah menyalurkan pembiayaan kepada 40% masyarakat dengan kategori miskin ekstrem melalui pembiayaan Mekaar.

“Ini suatu tantangan sekaligus motivasi bagi kami, bahwa apa yang kami lakukan sangat mendukung program prioritas nasional dalam rangka penurunan angka kemiskinan terutama miskin ekstrem,” ujarnya.

Dengan adanya integrasi data P3KE dengan data nasabah PNM, menurut Arief akan membantu pelaksanaan program PNM kedepan. Hal ini juga sekaligus memberikan tambahan semangat bagi PNM, karena program yang dilakukan PNM sejalan dengan program prioritas pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

“Harapannya kedepan setelah mendapatkan pembiayaan dan pemberdayaan yang kami berikan, masyarakat terutama nasabah kami, nasabah PNM, khususnya nasabah PNM Mekaar, bisa memiliki kemandirian ekonomi dan secara lokal maupun nasional akan ada multiplier effect dari pertumbuhan aktivitas ekonomi yang mereka lakukan,” ujar Arief.

TagsPNM

Leave a reply

Iconomics