Royalti Musik Bikin Bisnis Serba Salah di Musim Liburan? Ini Solusi yang Bisa Dicoba Pelaku Usaha
Tampak depan gerai ritel Onitsuka Tiger yang menjadi salah satu pengguna layanan USEA di sebuah pusat perbelanjaan di Indonesia
Menjelang Natal dan Tahun Baru, banyak pelaku usaha di Indonesia kembali menghadapi dilema yang sama: musik dibutuhkan untuk menciptakan suasana liburan, namun isu royalti musik di ruang komersial membuat sebagian bisnis memilih untuk membatasi, bahkan menghentikan pemutaran musik sama sekali.
Padahal, di periode akhir tahun, musik berperan penting dalam membangun atmosfer yang selaras dengan dekorasi dan promosi musiman. Restoran, kafe, toko ritel, hingga pusat perbelanjaan umumnya memanfaatkan musik untuk menciptakan suasana hangat, meningkatkan kenyamanan, dan mendukung pengalaman pelanggan di tengah lonjakan kunjungan.
“Musik di ruang komersil bukan sekadar pengiring atau pelengkap saja. Jika dimaksimalkan kehadirannya, musik bisa digunakan untuk meningkatkan sales. Namun ketika ada ketidakpastian soal aturan royalti, banyak pelaku usaha akhirnya berada di posisi serba salah,” ujar Jerry Chen, CEO dari USEA Global.
USEA Global merupakan penyedia solusi in-store music dan audio branding untuk ruang komersial, termasuk layanan kurasi musik, legal compliance, hingga manajemen pemutaran musik lintas cabang. Di Indonesia, USEA Global menyediakan layanannya bagi 100+ pusat belanja, restoran, minimarket, serta toko retail lainnya.Â
Untuk membantu pelaku usaha tetap dapat memanfaatkan musik secara legal dan terkelola, USEA Global menghadirkan program free trial selama satu bulan bagi pelaku usaha di Indonesia. Melalui program ini, pemilik bisnis dapat mengakses lebih dari 300.000 musik berlisensi dari berbagai genre, tanpa perlu lagi khawatir mengenai pembayaran royalti.
Selain aspek legalitas, layanan USEA juga memungkinkan pelaku usaha mengelola pemutaran musik secara terpusat, terutama untuk bisnis dengan banyak cabang. Hal ini membantu menciptakan pengalaman pelanggan yang konsisten dan selaras dengan karakter brand, khususnya di periode sibuk seperti musim liburan.
Program uji coba gratis ini terbuka bagi pelaku usaha di berbagai sektor, termasuk F&B, ritel, dan hospitality, yang ingin tetap menghadirkan suasana liburan tanpa dibayangi ketidakpastian soal penggunaan musik. Dengan pengelolaan musik yang tepat, pebisnis juga dapat mendukung pencapaian tujuan bisnis mereka, baik itu memperpanjang waktu kunjungan hingga meningkatkan potensi transaksi.