RUPST Krom Bank, Laba Bersih Rp143 Miliar Ditetapkan sebagai Laba Ditahan

Manajemen perseroan memaparkan sejumlah fokus strategi bisnis yang akan dijalankan sepanjang 2026. Strategi tersebut mencakup penguatan ekosistem digital dan peningkatan pengalaman pengguna (user experience), seiring meningkatnya kebutuhan layanan keuangan berbasis teknologi.
0
72

PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Paparan Publik (Public Expose) pada Rabu (20/5).

Dalam RUPST tersebut, para pemegang saham menyetujui seluruh laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp143 miliar dialokasikan untuk menambah saldo laba ditahan (retained earnings). Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan.

Presiden Direktur PT Krom Bank Indonesia Tbk, Anton Hermawan mengatakan keputusan untuk mengalokasikan seluruh laba bersih tahun buku 2025 ke dalam saldo laba ditahan merupakan langkah strategis untuk dapat menjaga fundamental keuangan yang sehat serta memperkuat kapasitas pendanaan internal.

“Dengan struktur permodalan yang semakin solid, kami optimistis Krom Bank dapat terus menjalankan agenda ekspansi bisnis secara berkelanjutan, meningkatkan daya saing, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan serta nasabah kami,” ujarnya.

Sepanjang 2025, Krom Bank membukukan pertumbuhan kinerja yang kuat di berbagai indikator utama. Perseroan mencatat pendapatan bunga bersih (audited) sebesar Rp1,85 triliun, meningkat 92 persen secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan Rp965 miliar pada 2024.

Baca Juga :   Hasil RUPSLB Tunjuk Ardi Bakrie Jadi Dirut, Berikut Ini Susunan Lengkap Manajemen VKTR

Total aset Krom Bank meningkat 84 persen YoY menjadi Rp12,21 triliun pada 2025. Sementara itu, total kredit tumbuh 103 persen YoY menjadi Rp8,63 triliun dibandingkan Rp4,25 triliun pada tahun sebelumnya.

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) meningkat 166 persen YoY menjadi Rp8,39 triliun pada 2025 dari Rp3,15 triliun pada 2024, didorong oleh pertumbuhan simpanan berbasis tabungan dan deposito. Krom Bank juga berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp143 miliar atau meningkat 15 persen YoY, mencerminkan kemampuan perseroan dalam menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

Anton mengatakan, di tengah dinamika ekonomi global dan domestik sepanjang 2025, termasuk tantangan geopolitik, tingginya volatilitas pasar keuangan, tekanan suku bunga, serta perubahan perilaku konsumen di era digital, Krom Bank tetap mampu mencatatkan kinerja yang positif dan solid.

“Kami melihat kondisi makroekonomi saat ini menuntut industri perbankan untuk semakin adaptif, prudent, dan inovatif dalam menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang praktis, aman, dan terintegrasi juga membuka peluang pertumbuhan yang besar bagi industri perbankan digital,” ujarnya.

Baca Juga :   RUPS Allo Bank Setuju Bagikan Dividen Tunai Senilai Rp 286,97 M

Dalam agenda tahunan Paparan Publik atau Public Expose 2026, manajemen memaparkan bahwa kondisi industri perbankan nasional masih menunjukkan pertumbuhan positif di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan pasar. Perseroan terus memperkuat fundamental bisnis melalui pengembangan layanan perbankan digital, pengelolaan risiko yang prudent, serta peningkatan kualitas layanan kepada nasabah.

Sepanjang kuartal I 2026, perseroan membukukan pertumbuhan kinerja yang signifikan di sejumlah indikator utama. Total aset tercatat mencapai Rp14,77 triliun atau tumbuh 78 persen YoY.

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) meningkat pesat sebesar 138 persen menjadi Rp10,86 triliun. Sementara itu, penyaluran kredit juga mengalami pertumbuhan tinggi, yakni mencapai Rp9,88 triliun atau naik 98 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di tengah ekspansi bisnis tersebut, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perseroan tetap terjaga kuat pada level 39,78 persen. Adapun laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp89,95 miliar atau meningkat 99 persen secara tahunan.

Perseroan juga terus memperkuat infrastruktur teknologi informasi dan tata kelola perusahaan guna mendukung ekspansi bisnis yang berkelanjutan serta meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan.

Baca Juga :   RUPSLB Semen Indonesia Putuskan Ubah Anggaran Dasar, Begini Penjelasannya

Dalam kesempatan yang sama, manajemen perseroan juga memaparkan sejumlah fokus strategi bisnis yang akan dijalankan sepanjang 2026. Strategi tersebut mencakup penguatan ekosistem digital dan peningkatan pengalaman pengguna (user experience), seiring meningkatnya kebutuhan layanan keuangan berbasis teknologi.

Selain itu, perseroan akan memperkuat kualitas aset dan manajemen risiko guna menjaga kesehatan bisnis di tengah ekspansi usaha. Perseroan juga berfokus mengembangkan produk dan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan nasabah.

Di sisi lain, perusahaan akan meningkatkan kolaborasi strategis dengan berbagai mitra usaha untuk memperluas jangkauan layanan dan mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan.

“Krom Bank terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan perbankan digital yang inovatif, aman, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kami meyakini bahwa konsistensi transformasi digital akan menjadi fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkesinambungan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Anton.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics