Saatnya Perusahaan Kelola Bisnis Lebih Cerdas, Terukur, dan Otomatis dengan AI
Halim Hartono Perdana, AI and App Head Multipolar Technology, saat menjelaskan tentang pentingnya integrasi teknologi perusahaan dalam acara “Microsoft Day: Unify Your Digital Core. Drive Intelligent Automation. Scale with AI” yang digelar di Shangri-La Jakarta, Kamis (16/4).
Apa jadinya jika di era hiperkompetisi ini proses bisnis perusahaan Anda masih berjalan secara terpisah (silo), pengerjaannya manual, dan pengambilan keputusannya dilakukan berdasarkan insting semata?
Bisa dipastikan perusahaan Anda akan dijauhi oleh pelanggan yang kian menuntut kecepatan layanan dan tertinggal oleh kompetitor.
Oleh sebab itu, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) mendorong perusahaan-perusahaan di Tanah Air untuk segera membangun ekosistem digital yang terintegrasi dan berbasis kecerdasan buatan (AI). Hal ini dapat diwujudkan melalui pemanfaatan solusi-solusi teknologi, termasuk Microsoft Dynamics 365, Microsoft Copilot Studio dan Power Automate, dan Microsoft Azure Fabric IQ.
“Integrasi ketiga solusi dari Microsoft ini tidak hanya mempercepat dan mengotomatiskan proses bisnis, tetapi juga mampu menghasilkan insights berbasis data yang mendalam untuk mendorong inovasi dan pengambilan keputusan bisnis yang lebih akurat,” kata Halim Hartono Perdana, AI and App Head Multipolar Technology,
Berbicara dalam acara “Microsoft Day: Unify Your Digital Core. Drive Intelligent Automation. Scale with AI” yang digelar di Shangri-La Jakarta, Kamis (16/4), Halim menjelaskan bahwa Microsoft Dynamics 365 merupakan platform aplikasi bisnis cerdas berbasis cloud yang menyatukan kapabilitas Customer Relationship Management (CRM) dan Enterprise Resource Planning (ERP) dalam satu ekosistem tangguh.
Melalui kekuatan Agentic AI, solusi orkestrasi ini memungkinkan perusahaan mengelola operasional secara end-to-end dengan lebih cerdas dan mandiri, termasuk mengotomatisasi seluruh rantai nilai bisnis secara terpadu. Selain itu, sistem ini mampu menyinkronisasi data lintas sektor sehingga perusahaan memiliki visibilitas informasi antar-departemen secara instan dan komprehensif. Dengan dukungan tersebut, perusahaan juga dapat mempertajam akurasi dalam pengambilan keputusan strategis melalui wawasan prediktif, sehingga respons bisnis menjadi lebih cepat, tepat, dan presisi.
Selanjutnya, Microsoft Copilot Studio dan Power Automate yang juga dibekali teknologi Agentic AI bertindak sebagai orkestrator otomatisasi cerdas yang menghubungkan seluruh ekosistem bisnis perusahaan.
Solusi transformatif ini dirancang untuk membawa perusahaan melampaui batas-batas operasional konvensional. Dengan memanfaatkan teknologi yang cerdas dan adaptif, perusahaan dapat mengeliminasi intervensi manual dengan mengalihkan berbagai tugas repetitif kepada agen digital yang bekerja secara presisi dan konsisten.
Di saat yang sama, solusi ini mampu menyinkronisasi workflow end-to-end, sehingga berbagai alur kerja lintas aplikasi dapat terintegrasi secara otomatis dan responsif tanpa hambatan. Integrasi ini tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga meningkatkan akurasi dan visibilitas di seluruh lini operasional.
Lebih jauh, perusahaan dapat mengakselerasi produktivitas secara signifikan melalui efisiensi operasional yang instan. Semua itu dapat dicapai tanpa harus terbebani oleh kompleksitas pengembangan teknis, menjadikan transformasi digital lebih praktis, cepat, dan berdampak nyata.
Sederhananya, Copilot Studio dan Power Automate berfungsi untuk menghilangkan pekerjaan manual yang berulang dengan cara mengotomatiskan proses bisnis lintas sistem. Dengan fitur Desktop Flows dan Robotic Process Automation (RPA), solusi ini sanggup meniru aktivitas manusia di komputer untuk menjalankan sistem lama (legacy) yang belum mempunyai Application Programming Interface (API).
Artinya, berkat fitur tersebut, sistem modern yang digunakan perusahaan tetap bisa dipadukan dengan sistem lama tanpa harus melakukan pekerjaan teknis yang rumit. Ibaratnya, Copilot Studio dan Power Automate adalah mesin penghubung dan penggerak sistem secara otomatis.
Sementara itu, Microsoft Azure Fabric IQ menyempurnakan kemampuan Dynamics 365, Copilot Studio dan Power Automate. Halim menjelaskan, Azure Fabric IQ menghadirkan kapabilitas Agentic AI di dalam ekosistem data yang terpadu, memungkinkan perusahaan mengelola seluruh siklus hidup AI, mulai dari penyerapan data hingga wawasan prediktif secara aman dan terkontrol.
Sebagai solusi all-in-one, Fabric IQ hadir untuk memberdayakan bisnis dalam mengoptimalkan potensi data dan kecerdasan buatan secara menyeluruh. Melalui pendekatan yang terintegrasi, perusahaan dapat menjalankan analisis data generatif dengan memanfaatkan bahasa alami, sehingga eksplorasi data yang kompleks dapat dilakukan secara intuitif dan menghasilkan wawasan otomatis secara real-time.
Lebih dari sekadar alat analitik, Fabric IQ juga memungkinkan pembangunan AI agent otonom, asisten cerdas yang tidak hanya mampu menjawab pertanyaan, tetapi juga mengambil tindakan berbasis data di berbagai fungsi dan departemen. Hal ini membuka peluang baru bagi efisiensi dan pengambilan keputusan yang lebih cepat serta akurat.
Di sisi lain, solusi ini mempercepat time-to-market dengan memfasilitasi pengembangan use case AI yang spesifik untuk berbagai industri tanpa kerumitan infrastruktur. Integrasi yang mulus dengan model AI canggih yang telah matang memungkinkan perusahaan untuk langsung berinovasi tanpa harus membangun dari nol.
Seluruh kapabilitas tersebut diperkuat oleh tata kelola data yang terpusat, memastikan setiap inisiatif AI berjalan di atas fondasi data yang bersih, aman, dan sesuai dengan regulasi perusahaan. Dengan demikian, transformasi digital tidak hanya menjadi lebih cepat, tetapi juga lebih terarah dan berkelanjutan.
“Jadi, bisa dipahami bahwa kombinasi solusi-solusi dari Microsoft ini, yaitu Dynamics 365, Copilot Studio dan Power Automate, juga Azure Fabric IQ, dapat menyederhanakan pengelolaan data, mengotomatiskan proses bisnis, dan mempercepat pengambilan keputusan, sehingga bermuara pada efisiensi dan peningkatan kinerja perusahaan,” ujar Halim.