156 Juta Dokumen Ditandatangani, Bukti Tingginya TTE Legal dan Aman

0
45
Reporter: Rommy Yudhistira

Privy menyebut pengguna telah menandatangani 156 juta dokumen hingga November 2025. Pencapaian itu dinilai menjadi bukti tingginya penggunaan tanda tangan elektronik (TTE) yang legal, dan aman di Indonesia.

VP Marketing & Communication Privy Ratu Rima Novia Rahma mengatakan, pihaknya pun telah mengintegrasikan akses Privy dengan Microsoft Office 365 melalui Microsoft Marketplace. Integrasi itu akan memudahkan pemakai Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint untuk menandatangani dokumen secara legal.

Rima menambahkan, melalui fitur Sign with Privy, pengguna dapat menyelesaikan alur tanda tangan tanpa mengonversikan ke PDF atau unggah manual. Integrasi itu menjadi langkah strategis dalam memperluas solusi digital terpercaya di Indonesia.

“Pengguna kini dapat menandatangani dokumen langsung dalam ekosistem Microsoft, sehingga proses menjadi lebih praktis, legal, dan tersertifikasi. Kolaborasi ini memperkuat komitmen Privy dalam menghadirkan pengalaman tanda tangan digital yang mulus, efisien, dan aman bagi semua,” kata Rima dalam keterangan resminya pada Selasa (16/12).

Dengan besarnya jumlah pengguna Microsoft, ujar Rima, fitur yang diberikan Privy memungkinkan lebih banyak masyarakat merasakan pengalaman tanda tangan elektronik yang aman. Berdasarkan data Earning Call Kuartal IV/2025, Microsoft 365 Copilot telah melampaui 100 juta pengguna bulanan secara global.

Baca Juga :   Terima Kunjungan Presiden Tanzania di Pabrik Cileungsi, Indesso: Komitmen Perkuat Hubungan dan Investasi di Afrika

“Tantangan terbesar bukan sekadar mengganti tanda tangan basah, tetapi memastikan identitas seseorang valid dan dapat diverifikasi lintas aplikasi. Itulah fondasi utama layanan Privy sebagai penyedia digital trust,” tambah Rima.

Untuk saat ini, kata Rima, Privy telah dipercaya lebih dari 68 juta pengguna individu, dan 155 ribu organisasi. Sebagai penyelenggara sertifikasi elektronik (PSrE) berinduk ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Privy memiliki certificate warranty hingga Rp 1 miliar sebagai jaminan perlindungan, apabila terjadi kerugian akibat penyalahgunaan identitas sertifikat elektronik yang diterbitkan.

“Dengan semakin banyak aktivitas bisnis yang berlangsung daring, identitas digital yang kokoh menjadi kebutuhan fundamental. Kami ingin memastikan masyarakat dapat menandatangani dan memverifikasi dokumen secara aman, legal, dan efisien langsung dari ekosistem kerja yang mereka gunakan setiap hari,” ujarnya.

Leave a reply

Iconomics