Allianz Luncurkan Produk Critical Plus untuk Proteksi Segala Risiko Penyakit Kritis
PT Asuransi Allianz Life Indonesia meluncurkan produk asuransi Allianz Critical Plus untuk memproteksi segala risiko penyakit kritis. Meningkatnya tren penyakit kritis di kalangan usia muda, menjadi salah satu pertimbangan Allianz meluncurkan produk tersebut.
Chief Product Officer Allianz Life Indonesia Cheang Khai Au menjelaskan, asuransi penyakit kritis memiliki keunggulan dalam hal menjaga stabilitas keuangan keluarga. Karena itu, produk asuransi jenis tersebut cocok dimiliki pencari nafkah utama dalam keluarga.
“Ketika penyakit kritis datang, tantangan bukan hanya soal pengobatan, namun kesiapan kita untuk mempertahankan kestabilan finansial dan menjamin kelangsungan rencana masa depan di tengah hilangnya kekuatan finansial, asuransi mengisi celah penting ini sebagai pelindung finansial,” kata Khai Au dalam keterangan resminya di Allianz Indonesia Head Office, Jakarta, Kamis (22/5).
Sebelum memilih asuransi penyakit kritis, kata Khai Au, masyarakat perlu memahami perbedaannya dengan asuransi kesehatan. Pada dasarnya, asuransi kesehatan hanya menanggung biaya pengobatan rumah sakit untuk berbagai jenis penyakit, mulai dari ringan, hingga kondisi medis berat.
Sedangkan asuransi penyakit kritis, lanjut Khai Au, dirancang secara khusus untuk melindungi finansial ketika nasabah terkena penyakit kritis seperti kanker, stroke, serangan jantung, dan penyakit kritis lainnya. Produk asuransi penyakit kritis pun memberikan nilai pertanggungan yang besar sekaligus atau lump sum.
Karena itu, kata Khai Au, masyarakat harus memahami cakupan perlindungan dan memilih proteksi untuk jenis penyakit yang relevan, serta memberikan perlindungan sejak tahap awal penyakit. Juga perlu memperhatikan bentuk manfaat yang diberikan, apakah lump sum tunai, atau penggantian biaya medis.
“Setiap asuransi saling melengkapi kebutuhan perlindungan dengan tujuan yang berbeda-beda. Memiliki perlindungan kesehatan sebagai proteksi dasar merupakan langkah awal yang sangat baik. Namun risiko, sakit yang lebih berat seperti penyakit kritis membawa beban yang lebih besar, tidak hanya bagi kesehatan, tetapi juga beban finansial tambahan,” ujar Khai Au.