Prabowo Disebut Setujui Pengalihan Proyek Ekosistem Baterai EV dari LG kepada Huayou
Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui pengalihan proyek ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) dari LG Energy Solution kepada Huayou. Ekosistem baterai EV tersebut mulai dari pertambangan, smelter, high pressure acid leach (HPAL), prekursor, katoda, battery cells, hingga recycle.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, total investasi untuk membangun seluruh ekosistem tersebut mencapai US$ 9,8 miliar. Sedangkan investasi LG sebelumnya sudah mencapai US$ 1,2 miliar melalui pembangunan pabrik baterai di Karawang, Jawa Barat, sehingga sisanya akan diteruskan konsorsium Huayou.
Dari sisi porsi kepemilikan, kata Bahlil, pemerintah berupaya menempatkan BUMN sebagai pemegang mayoritas saham dari proyek tersebut. Dengan melibatkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), pemerintah berencana menempatkan 51% saham di tingkat hulu untuk BUMN.
Kemudian, kata Bahlil, untuk proses joint venture (JV) berikutnya, porsi kepemilikan menjadi sekitar 30%. “Tadi sudah diputuskan, sudah disetujui Pak Presiden Prabowo. Dan ini sudah tidak ada masalah. Sudah siap groundbreaking,” kata Bahlil dalam keterangan resminya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/5).
Berikutnya, kata Bahlil, Danantara pun dilibatkan dalam proyek baterai EV yang dikerjakan Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL). Dalam hal ini, pemerintah menerapkan skema kepemilikan saham serupa dengan proyek baterai EV Huayou.
“Yang tadinya diambil oleh IBC (Indonesia Battery Corporation), tapi sudah di-inject oleh Danantara. Pemegang saham hulunya tetap di mining-nya 51% oleh Antam, Danantara juga. Dan, di JV berikutnya itu sama dengan komposisi daripada JV yang dilakukan Huayou,” kata Bahlil.
Sementara itu, CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani menambahkan, Danantara berkomitmen untuk hadir dan membantu iklim investasi di Indonesia. Danantara melihat adanya potensi besar dalam pengembangan proyek ekosistem baterai EV di Indonesia.
“Memang kalau dulu mungkin ada kendala pendanaan. Tapi sejak ada Danantara, pendanaan ini kita yang membantu. Karena kita melihat proyek ini memang sangat baik. Baik dari segi return-nya, dari sisi pengerjaannya, dan juga dari segi dampak perekonomiannya ke depan untuk Indonesia,” kata Rosan.