IFG Fasilitasi Penyandang Disabilitas dengan Menyediakan IFG Disability Community
IFG memiliki sekitar 28 karyawan difabel yang menyandang status karyawan aktif di IFG dan seluruh anak perusahaannya/Dok. IFG
Indonesia Financial Group (IFG) berkomitmen dalam mewujudkan lingkungan kerja yang inklusif bagi setiap insan, termasuk bagi para penyandang disabilitas.
Komitmen tersebut ditunjukkan dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional 2022 yang diadakan oleh IFG dan anak usahanya di Financial Hall, Graha CIMB Niaga pada 2 Desember 2022. Acara ini mempertemukan karyawan IFG dan anak perusahaan penyandang disabilitas di seluruh Indonesia untuk saling berbagi dan mendapatkan best practice dari penggiat industri dan tokoh disabilitas nasional terkait area-area inovasi yang dilakukan, serta mendorong hadirnya lingkungan kerja yang inklusif di IFG dan anak perusahaan.
Menurut Direktur SDM IFG, Rizal Ariansyah, menumbuhkan kesadaran terhadap inklusivitas tidak semata hanya merekrut talenta penyandang disabilitas. Lingkungan kerja inklusif di IFG menghargai semua karyawan atas kekuatan mereka, dengan menyediakan ruang yang tepat dan kesempatan untuk berkembang, berkontribusi dan melakukan inovasi secara optimal bagi segenap karyawan tanpa pandang bulu.
IFG juga meluncurkan IFG Disability Community demi memberikan ruang inovasi dan kreasi kaum disabilitas di lingkungan kerja IFG untuk meningkatkan kontribusinya bagi perusahaan dan masyarakat.
Rizal menambahkan inisiatif IFG Disability Community yang turut diresmikan dalam kesempatan ini adalah upaya untuk memberikan wadah berkumpul bagi para karyawan penyandang disabilitas di ekosistem IFG untuk dapat berkarya secara optimal di dalam perusahaan. Hadirnya komunitas ini diharapkan akan menjadi payung utama IFG dalam pemberdayaan difabel dan pengembangan program-program inklusivitas di lingkungan IFG holding dan anak perusahaan.
Komitmen Kementerian BUMN akan respectful workplace merupakan kerangka besar BUMN dalam mengakui dan mendorong ekosistem bekerja yang nyaman dan jauh dari diskriminasi, baik berdasarkan gender maupun disabilitas. “Menteri BUMN punya komitmen nyata untuk mendorong teman-teman difabel menjadi bagian dari keluarga BUMN. Tidak sebatas komitmen, mempekerjakan penyandang disabilitas sudah dijalankan oleh Kementerian BUMN secara rutin,” kata Deputi Bidang Sumber Daya Manusia BUMN, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN Tedi Bharata dalam keterangan resmi.
IFG menginformasikan terdapat sekitar 28 karyawan difabel yang menyandang status karyawan aktif di IFG dan seluruh anak perusahaannya.
“Para penyandang disabilitas harus memiliki kesempatan dan hak yang sama dalam pengembangan karirnya. Para karyawan disabilitas di IFG holding dan anak perusahaan berhak untuk berpartisipasi aktif dan mengambil peran strategis di perusahaan. Kami harap dengan adanya beragam inisiatif ini, dampak besar bagi karyawan difabel akan semakin terasa, terutama pada kesehatan fisik, mental, kepuasan kerja, dan keterikatan pekerjaan yang berujung pada peningkatan produktivitas,” kata Rizal.