Kinerja Keuangan Adhi Karya Negatif, Pendapatan 2025 Turun 28,8% dari 2024 Senilai Rp 13,5 T
Ilustrasi logo Adhi Karya/pasardana
Kinerja keuangan PT Adhi Karya (Persero) Tbk masih belum menunjukkan tanda-tanda positif. Dari pendapatan, misalnya, yang mencapai Rp 9,6 triliun di 2025, angka ini turun 28,8% dibandingkan dengan 2024 senilai Rp 13,5 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan, Adhi Karya mencatat beban pokok pendapatan senilai Rp 8,6 triliun, atau turun 26,5% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 11,7 triliun. Dengan adanya beban pokok tersebut, Adhi Karya mengumpulkan laba kotor sebesar Rp 1,04 triliun pada 2025, atau turun sekitar 35% dari 2024 sebesar Rp 1,6 triliun.
Dari laba tersebut, Adhi Karya menggunakannya untuk beban usaha sebesar Rp 870,06 miliar, yang terdiri atas beban penjualan Rp 10,6 miliar, serta beban umum dan administrasi Rp 859,3 miliar. Dengan demikian, Adhi Karya memperoleh laba usaha sebesar Rp 179,4 miliar pada 2025, atau turun 74,4% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 702,1 miliar.
Dari sisi rugi, Adhi Karya mencatat rugi tahun berjalan 2025 senilai Rp 5,5 triliun. Berbeda dengan rugi tahun berjalan 2024 senilai Rp 60,09 miliar. Adapun komponen rugi tahun berjalan yakni rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 5,4 triliun, dan kepentingan non-pengendali Rp 194,2 miliar.
Untuk liabilitas, Adhi Karya membukukan liabilitas sebesar Rp 25,4 triliun pada 2025, yang terdiri dari liabilitas jangka panjang Rp 19,4 triliun, dan liabilitas jangka panjang Rp 6,03 triliun. Kemudian untuk ekuitas, Adhi Karya memiliki ekuitas sebesar Rp 3,2 triliun.
Sementara itu, total aset yang dimiliki Adhi Karya pada 2025 mencapai Rp 28,7 triliun, atau turun 17,05% dari aset 2024 sebesar Rp 34,6 triliun. Adapun rincian total aset yakni jumlah aset lancar Rp 16,6 triliun, dan aset tidak lancar Rp 12,1 triliun.