PP Bantu Penanganan Bencana di Aceh dan Sumut Terutama soal Keselamatan Serta Akses Warga

0
84
Reporter: Rommy Yudhistira

PT PP (Persero) Tbk membantu penanganan darurat dan pemulihan infrastruktur pasca-bencana hidrometeorologi yang melanda Provinsi Aceh, dan Sumatra Utara.

Corporate Secretary PP Joko Raharjo mengatakan, sejak hari pertama pasca-bencana, PP fokus pada satu prinsip utama yakni menjaga keselamatan warga, dan memulihkan akses vital masyarakat secepat, serta seaman mungkin.

Karena itu, kata Joko, PP mengerahkan lebih dari 46 personel lapangan dengan dukungan alat berat seperti excavator, crane 60 ton, dump truck, hingga gergaji mesin. Seluruh sumber daya itu dikerahkan ke titik paling terdampak, dan memastikan penanganan berjalan secara efektif.

“Kami memahami bahwa infrastruktur bukan sekadar jalan dan jembatan. Ini adalah akses bagi masyarakat untuk kembali ke rumah, menuju sekolah, mencari penghidupan, dan mendapatkan bantuan. Karena itu, tim PT PP bekerja tanpa henti di lapangan agar jalur-jalur utama dapat kembali berfungsi dengan aman,” kata Joko dalam keterangan resminya pada Selasa (16/12).

Berdasarkan catatannya, kata Joko, Aceh mengalami kerusakan infrastruktur yang cukup kompleks, dan tersebar. Beberapa infrastruktur yang rusak antara lain, ruas jalan Bireuen-Bener Meriah-Takengon sepanjang 103 meter, terputusnya akses jalan akibat kerusakan pada jembatan Teupin Mane, dan lainnya, serta longsor di beberapa titik.

Baca Juga :   Punya Produk BSI Griya Simuda, BSI Targetkan Pembiayaan Rp500 Miliar untuk Milenial

Dalam keadaan darurat, kata Joko, pihaknya menyelesaikan pemasangan rangka baja pra-fabrikasi yang bersifat portabel (bailey), sebagai jembatan darurat pengganti jembatan Teupin Mane dalam waktu 12 hari. PP pun menangani penggalian, pembersihan material longsor, dan pembentukan jalur sementara di ruas utama Aceh Tamiang-Medan. PP Memastikan jalur itu kembali berfungsi secara bertahap sejak 5-15 Desember 2025.

Untuk wilayah Sumatra Utara, kata Joko, PP fokus pada sejumlah ruas strategis seperti batas Aceh-Saragih-Manduamas-Barus, Sibolga-Barus, Tarutung-Sipirok, hingga Padang Sidempuan. Tercatat ada 11 titik longsor, dan beberapa jembatan yang terdampak.

“Kami memahami bahwa infrastruktur bukan sekadar jalan dan jembatan. Ini adalah akses bagi masyarakat untuk kembali ke rumah, menuju sekolah, mencari penghidupan, dan mendapatkan bantuan. Karena itu, tim PT PP bekerja tanpa henti di lapangan agar jalur-jalur utama dapat kembali berfungsi dengan aman,” ujar Joko.

Seluruh dukungan PP, kata Joko, merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan. Melalui program itu, PP berkomitmen untuk hadir aktif dalam situasi darurat, membantu memulihkan akses dasar, dan mendistribusikan logistik.

Baca Juga :   KAI Berkomitmen Kawal Proyek KCJB agar Beroperasi Tepat Waktu

“Kami percaya pemulihan infrastruktur adalah fondasi awal agar masyarakat dapat bangkit dan kembali bergerak. PT PP akan terus hadir, bekerja, dan mendampingi proses pemulihan ini sampai tuntas,” katanya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics