Adaro Energy Indonesia Tbk Kembali Lakukan Buyback Saham Senilai Maksimal Rp4 Triliun

0
30

PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) kembali melakukan pembelian kembali saham (buyback). Aksi korporasi ini dilakukan secara bertahap selama setahun kedepan setelah mendapat persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

RUPST dilakukan pada 15 Mei 2024. Apabila agenda pembelian kembali saham Perseroan telah disetujui pada RUPST, pembelian kembali saham dilakukan terhitung sejak 16 Mei 2024.

Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai maksimal buyback ini sebesar Rp4 triliun.

“Sumber dana yang akan digunakan untuk pembelian kembali saham sepenuhnya berasal dari kas internal Perseroan. Penggunaan dana untuk pembelian kembali saham tersebut tidak akan mempengaruhi kemampuan keuangan Perseroan secara signifikan,” tulis Direksi ADRO.

Pembelian kembali saham ini dilakukan dengan mengacu pada POJK 29/2023 jo Pasal 37 ayat (1) UUPT, dimana jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 10% dari modal yang ditempatkan Perseroan serta tidak menyebabkan kekayaan bersih Perseroan menjadi lebih kecil dari jumlah modal yang ditempatkan ditambah cadangan wajib yang telah disisihkan.

Baca Juga :   Amar Bank akan Buyback Saham Senilai Rp120 Miliar

Bukan yang pertama

Pembelian kembali saham dilakukan ADRO pada 2021 dan 2023. Pada tahun 2021, ADRO telah melakukan Pembelian Kembali Saham Dalam Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan berdasarkan POJK 2/POJK.04/2013.

Periode pembelian kembali saham tersebut dilakukan dalam 4 kali masa perpanjangan dengan periode yang terakhir adalah 16 September 2022 sampai dengan 16 Desember 2022.

Pada periode tersebut, ADRO melakukan pembelian kembali saham sebesar 1 miliar lembar saham atau 3,13% dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan.

Pada 2023, ADRO kembali melakukan pembelian kembali saham Perseroan Dalam Kondisi Pasar Yang Berfluktuasi Secara Signifikan berdasarkan POJK 2/2013 sejak 15 Februari 2023 sampai dengan 15 Mei 2023.

Namun, Perseroan melakukan penghentian pembelian kembali saham tersebut sebagaimana yang dinyatakan pada keterbukaan informasi yang disampaikan pada tanggal 11 Mei 2023.

Pada periode ini, Perseroan telah melakukan pembelian kembali saham sebesar 68.247.100 lembar saham atau 0,21% dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan.

Baca Juga :   Pemilik SCTV dan Indosiar Siapkan Dana Rp 1 Triliun untuk Buyback Saham

Pada 11 Mei 2023, Perseroan mendapat persetujuan para pemegang saham untuk melakukan pembelian kembali saham Perseroan berdasarkan POJK 30/2017.

Untuk periode ini, sampai dengan per 31 Maret 2024, Perseroan telah melakukan pembelian kembali saham sebesar 159.048.200 lembar saham atau 0,50% dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan.

Dengan demikian, jumlah saham yang telah dilakukan pembelian kembali oleh Perseroan per 31 Maret 2024 adalah sebesar 1.227.296.100 lembar saham atau 3,84% dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan.

“Tata waktu pelaksanaan Pembelian Kembali Saham berdasarkan POJK 29/2023 ini tidak akan beririsan dengan tata waktu Pembelian Kembali Saham berdasarkan POJK 30/2017 yang saat ini dilakukan Perseroan. Untuk itu Perseroan akan melakukan keterbukaan informasi terkait dengan penghentian pelaksanaan Pembelian Kembali Saham berdasarkan POJK 30/2017 sebelum pelaksanaan RUPST Perseroan,”jelas Direksi ADRO.

 

Leave a reply

Iconomics