Awal September, IHSG Dibuka Melemah Tajam, Imbas Demonstrasi yang Meluas?

0
64

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal September 2025 ini, sekaligus awal pekan,  dibuka melemah cukup dalam,  menyusul meluasnya protes masyarakat Indonesia terhadap pemerintah sepanjang akhir pekan lalu.

Mengutip Bursa Efek Indonesia pada pukul 9.15 WIB, IHSG berada di level 7.565,26, turun hampir 4% dibandingkan penutupan perdagangan pekan lalu. Index LQ45 juga melemah sekitar 4% ke level 765,34. Demikian juga indeks IDX30 melemah 3,94% ke level 397,18.

Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas Indonesia Fath Aliansyah Budiman mengatakan pada sesi pertama perdagangan saham hari ini memang cenderung fluktuatif. Namun, ia berharap pidato Presiden Prabowo Subianto pada Minggu kemarin diharapkan akan memulihkan kondisi politik dalam negeri.

“Tetapi balik lagi, pasar itu pergerakannya memang nggak bisa kita paksa ya. Jadi, kita akan melihat, kira-kira reaksi pasarnya, baik dari sisi lokal maupun dari sisi asing, kita akan seperti apa. Jadi mungkin di sesi satu ini, pergerakannya akan sangat-sangat volatile banget,” ujarnya dalam acara Tiger Insights, Senin pagi.

Baca Juga :   Saham BUMN Disebut Menguatkan IHSG di Perdagangan Bursa

Di luar sentimen politik domestik, Fath mengatakan secara historis, selama September, pergerakan IHSG memang cenderung  mengalami koreksi, berdasarkan data dalam 10 tahun terakhir.

Pada perdagangan saham Jumat pekan lalu, investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp1,1 triliun. Salah satu saham yang dilego asing, kata Fath adalah saham BBCA, bank swasta terbesar di Indonesia.

“Ini bisa menjadi salah satu early signal,” ujarnya.

Hal yang juga perlu dicermati oleh investor, kata dia, adalah pergerakan saham-saham big cap dan konglomerasi – yang pada pekan lalu mayoritas mengalami penurunan harga.

Ia mengatakan pada pekan lalu, hanya saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) serta PT DCI Indonesia Tbk (DCII)  yang masih naik.

“Kalau seandainya DSSA dan juga saham konglomerasi lain yang menjaga pergerakan indeks ini berubah arahnya pada hari ini, ini pasti akan memberikan sentimen yang cukup negatif buat pergerakan indeks. Saya mau apa adanya supaya bersiap untuk skenario apapun yang terjadi,” ujarnya.

Baca Juga :   Sufmi Dasco Ahmad dan Petinggi Danantara Sambangi BEI, IHSG Terus Longsor

Ia juga menyarankan investor untuk mencermati pergerakan nilai tukar Rupiah pada hari ini.

“Kira-kira pergerakan Rupiahnya gimana? Stabil nggak? Apakah mengalami pelemahan atau tidak? Dan kalau mengalami pelemahan, kira-kira akan ada intervensi atau tidak? Ini yang akan menjadi perhatian pasar. Karena kalau sampai outflow terjadi, pasti akan terdampak dari si pergerakan Rupiah,” ujarnya.

Dari sisi global, kata dia, ekspektasi mengenai pemangkasan Fed Fund Rate pada September ini sebenarnya sudah diantisipasi oleh investor. 

“Jadi sentimen yang harusnya sangat positif sekali, berangsur-angsur  sudah mulai netral,  karena memang sudah diekspektasikan sama pasar,” ujarnya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics