BCA Digital Diproyeksikan Mulai Laba Tahun Ini: Akankah IPO? Bos BCA: Long Way to Go
Ki-Ka: Head of Marketing & Communication PT Bank Digital BCA, Duardi Prihandiko; Head of Digital Business PT Bank Digital BCA, Edwin Tirta; Direktur Utama BCA Digital, Lanny Budiati
PT Bank Digital BCA, anak usaha PT Bank Central Asia Tbk yang menyediakan solusi bank digital dengan aplikasi blu, diproyeksikan akan memperoleh laba pada tahun 2023 ini. Bank digital ini berdiri pada tahun 2021 dan kini telah memiliki 1,1 juta pengguna.
“Kita usahakan tahun ini bisa mendapakan profit. Kalau secara RBB [rencana bisnis bank), tahun ini kita harapkan sudah mendapatkan profit,” ujar Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja, Kamis (26/1).
Meski diproyeksikan mulai meraup laba pada tahun ini, tetapi Jahja mengatakan belum ada rencana untuk mengantarkan BCA Digital ini ke lantai Bursa.
“Saya pikir masih long way to go, karena buat kita harus ada track record yang betul-betul sudah mantap, baru kalau memang itu layak untuk IPO baru kita lakukan IPO,” ujar Jahja.
Menurut Jahja, hal yang paling penting adalah bagaimana membuat BCA Digital ini berkembang. Ia mengatakan bank digital merupakan hal yang baru dan pelaku industri masih dalam tahap belajar untuk mengembangkan bank digital agar bisa digunakan secara luas oleh masyarakat.
Ia mengatakan menyediakan platform bank digital tidaklah cukup. Mengakuisisi pengguna dengan berbagai program promosi yang menarik, juga bukanlah ukuran keberhasilan bank digital. Karena walapun memiliki banyak daftar pengguna, tetapi apabila tidak aktif bertransaksi juga tidak adanya gunanya.
“Seluruh bank digital ini dalam tahap pembelajaran. Pertama, bagaiamana kita membuat suatu platform yang baik. Kita adakan semacam promo-promo untuk menarik nasabah membuka rekening. Karena ini starting point. Tetapi tidak cukup hanya buka rekening. Sesudah buka rekening, lalu aktivitasnya apa? Aktivitas itu menyebabkan ada dana pengendapan . Itu yang bermanfaat. Karena dana pengendapan itu bisa di-leverage menjadi pinjaman, baru mendapatkan profitabilitas,” ujar Jahja.
Menurut Jahja, saat ini jumlah rekening BCA Digital mencapai 1,1 juta rekening. Jumlah tersebut, menurutnya, sudah cukup banyak sebagai basis bank digital. “Yang penting adalah 1,1 juta nasabah ini beraktivitas dan aktivitas ini bukan sebulan atau setahun sekali, tetapi betul-betul menjadi rutin transaksi. Ini adalah tugas dari Bank BCA Digital untuk mengaktivasi nasabah itu melakukan transaksi,”ujarnya.