DSSA Bukukan Pendapatan Usaha US$2,79 Miliar di Tahun 2025, Lini Bisnis Teknologi dan Digital Tumbuh Signifikan
Plant tour Pabrik Sel dan Modul Surya PT TMAI/Dok. DSSA
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatatkan pendapatan usaha sebesar US$2,79 miliar untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Adapun laba tahun berjalan sebesar US$361,20 juta.
DSSA juga mencatat total aset menguat menjadi US$4,41 miliar dengan posisi ekuitas sebesar US$2,26 miliar.
Presiden Direktur DSSA, L. Krisnan Cahya menyampaikan di tengah dinamika industri dan kondisi geopolitik global yang penuh tantangan di tahun 2025, DSSA dapat mempertahankan kinerja operasional yang solid dan mempercepat penetrasi di sektor infrastruktur digital serta langkah transisi yang terdiversifikasi ke energi baru dan terbarukan.
DSSA menyebut salah satu lompatan strategis terlihat pada lini bisnis teknologi dan infrastruktur digital. Pendapatan segmen TV kabel, internet, dan layanan digital tumbuh signifikan menjadi US$211,79 juta pada 2025, naik dari US$144,08 juta pada 2024. Pertumbuhan ini ditopang oleh ekspansi layanan internet melalui anak usaha PT Eka Mas Republik (MyRepublic Indonesia) dan mulai beroperasinya pusat data komersial melalui anak usaha, PT SMPlus Sentra Data Persada (SM+), yang kini menjadi pilar strategis baru dalam portofolio teknologi Perseroan.
Di sektor energi, DSSA mengakselerasi pengembangan energi surya dan panas bumi. Selain mengoperasikan pabrik panel surya terintegrasi 1 GW di KEK Kendal, Perseroan mengembangkan proyek panas bumi melalui PT DSSR Daya Mas Sakti dengan total potensi 440 MW, yang diproyeksikan menjadi sumber baseload listrik hijau untuk mendukung keandalan sistem ketenagalistrikan nasional. Eksplorasi sedang berlangsung di enam wilayah strategis, dari Jawa Barat (Cisolok dan Cipanas), Sumatera, hingga Flores dan Sulawesi Tengah, sebagai bagian dari upaya menggeser ketergantungan pada energi fosil menuju bauran energi bersih.