Garuda Indonesia Dapat Suntikan Modal Rp30,31 Triliun dari Danantara

0
172

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIIA) memperoleh suntikan modal baru dari Daya Anagata Nusantara melalui PT Danantara Asset Management (Persero) senilai sekitar US$ 1,84 miliar atau setara Rp30,31 triliun (kurs Rp16.421 per dolar AS).

PT Danantara Asset Management (Persero) merupakan pemegang saham mayoritas Garuda Indonesia, dengan porsi kepemilikan 7,998 persen saham Seri B dan 47,406 persen saham Seri C.

Suntikan modal tersebut dilakukan melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement, yang dilaksanakan dalam dua skema. Pertama, setoran modal tunai sebesar US$ 1,44 miliar (Rp23,66 triliun). Kedua, konversi pinjaman pemegang saham menjadi saham baru senilai US$ 405 juta (Rp6,65 triliun).

Pelaksanaan PMTHMETD ini wajib mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), termasuk persetujuan atas perubahan modal dasar, modal ditempatkan dan disetor, serta perubahan Pasal 4 Anggaran Dasar Perseroan. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dijadwalkan berlangsung pada 12 November 2025 dan harus dihadiri oleh Pemegang Saham Seri A Dwiwarna serta pemegang saham lainnya yang mewakili kuorum sesuai ketentuan Anggaran Dasar.

Baca Juga :   Garuda Indonesia Group Sediakan 855.119 Kursi untuk Layani Penumpang Selama Periode Puncak Lebaran

Penambahan modal ini dilakukan karena Garuda Indonesia hingga kini belum membukukan ekuitas positif, yang menghambat akses pendanaan dan menimbulkan potensi delisting dari bursa. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi audited per 30 Juni 2025, perseroan mencatat modal kerja bersih negatif sebesar US$ 1,49 miliar. Total liabilitas mencapai US$ 8,01 miliar, sedangkan total aset tercatat sebesar US$ 6,51 miliar, sehingga rasio liabilitas terhadap aset mencapai 123%.

Melalui PMTHMETD ini, Garuda Indonesia menargetkan perbaikan nilai ekuitas secara konsolidasi, peningkatan likuiditas, penguatan struktur permodalan, serta pengurangan liabilitas. Langkah ini diharapkan memperkuat fondasi keuangan perusahaan untuk mendukung keberlanjutan usaha di masa mendatang.

“Perseroan memiliki peranan penting sebagai penopang konektivitas arus barang dan penumpang, baik di dalam negeri maupun mancanegara, yang mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebagai lini bisnis strategis, Garuda Indonesia perlu memperbaiki posisi keuangannya guna menjaga likuiditas dan memastikan keberlangsungan usaha di masa depan,” tulis manajemen Garuda Indonesia dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, dikutip Selasa (7/10).

Baca Juga :   Garuda: Jumlah Karyawan Akan Disesuaikan dengan Alat Produksi

Dana hasil pelaksanaan PMTHMETD senilai total US$ 1,85 miliar — setelah dikurangi biaya transaksi — akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan usaha dan memperbaiki posisi keuangan perusahaan.

Adapun rincian penggunaan dana tersebut adalah sebagai berikut:

  • 29% untuk pembiayaan modal kerja dan operasional Garuda Indonesia, termasuk biaya perawatan dan perbaikan pesawat.

  • 37% untuk peningkatan modal pada Citilink guna mendukung kebutuhan modal kerja dan operasional, termasuk perawatan armada.

  • 22% untuk ekspansi armada Garuda Indonesia dan Citilink.

  • 12% untuk peningkatan modal Citilink dalam rangka pembayaran utang pembelian bahan bakar kepada Pertamina untuk periode 2019–2021.

Manajemen menyebut, penggunaan dana hasil PMTHMETD diharapkan memberikan dampak positif terhadap perbaikan posisi keuangan, peningkatan ekuitas, serta penguatan struktur permodalan Garuda Indonesia dan entitas anak, sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis di masa depan.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics