Global Bond Danantara Oversubscribed 3 Kali, Rosan: Kepercayaan Investor Global terhadap Indonesia Tinggi

Selain mencatat kelebihan permintaan yang signifikan, Danantara juga berhasil memperoleh tingkat kupon yang lebih rendah dari perkiraan pasar. Obligasi tenor lima tahun ditetapkan dengan imbal hasil 5,35 persen, sementara tenor 10 tahun sebesar 5,95 persen.
0
36

Kepercayaan investor global terhadap Indonesia dinilai masih tinggi di tengah derasnya arus modal keluar (capital outflow) dari pasar saham dan obligasi yang sempat menekan nilai tukar rupiah.

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan minat investor internasional terhadap pasar keuangan Indonesia tetap terjaga. Hal itu, menurutnya, tercermin dari respons positif investor terhadap penerbitan obligasi global (global bond) perdana Danantara Indonesia.

Rosan mengungkapkan, penerbitan global bond tersebut mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) lebih dari tiga kali lipat dibandingkan target awal yang ditetapkan. Minat yang tinggi itu menunjukkan investor global masih menaruh kepercayaan besar terhadap prospek ekonomi Indonesia.

“Saya sampaikan bahwa kepercayaan market, kepercayaan dunia luar terhadap Indonesia itu sangat baik. Ini tercermin dari mereka bersedia untuk membeli global bond-nya Danantara dari jangka lima tahun, 10 tahun dan bahkan mereka menyatakan kepada saya sangat-sangat terbuka apabila Danantara ingin menerbitkan bond sampai yang 30 tahun,” kata Rosan.

Danantara semula menargetkan penghimpunan dana sebesar US$1 miliar melalui penerbitan obligasi global. Namun, setelah melakukan rangkaian roadshow ke sejumlah pusat keuangan dunia, minat investor jauh melampaui ekspektasi dengan total permintaan mencapai US$4,6 miliar.

Baca Juga :   Danantara Berupaya Tingkatkan Peran Ekonomi Halal di Indonesia

“Dari rencana US$1 miliar yang kami ingin capai, book building yang masuk kurang lebih US$4,6 miliar. Sehingga akhirnya kami meningkatkan penerbitan menjadi 1,5 miliar dolar AS,” kata Rosan di Jakarta, Senin (15/6).

Besarnya permintaan tersebut mendorong Danantara meningkatkan nilai penerbitan obligasi menjadi US$1,5 miliar. Dana yang dihimpun terbagi rata untuk tenor lima tahun dan 10 tahun, masing-masing sebesar US$750 juta.

Menurut Rosan, capaian tersebut menjadi indikator nyata bahwa investor internasional masih menaruh keyakinan besar terhadap prospek ekonomi Indonesia, meskipun pasar global saat ini dibayangi ketidakpastian ekonomi dan meningkatnya tensi geopolitik.

“Ini adalah hasil yang sangat baik dan ini membuktikan juga bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia ini tinggi. Dan ini real,” ujarnya.

Selain mencatat kelebihan permintaan yang signifikan, Danantara juga berhasil memperoleh tingkat kupon yang lebih rendah dari perkiraan pasar. Obligasi tenor lima tahun ditetapkan dengan imbal hasil 5,35 persen, sementara tenor 10 tahun sebesar 5,95 persen.

Rosan menjelaskan, sebelumnya sejumlah pihak memperkirakan Danantara harus menawarkan imbal hasil lebih tinggi untuk menarik investor. Namun tingginya minat pasar justru membuat perseroan mampu memperoleh biaya pendanaan yang kompetitif.

Baca Juga :   Sekitar 32 Juta Saham Seri B Danantara di PTPP Dialihkan ke BP BUMN

“Kalau mereka tidak percaya, pastinya mereka meminta yield premium yang sangat tinggi. Ini tidak mereka minta, bahkan kita lihat yield-nya sangat kompetitif,” jelasnya.

Kepercayaan investor global juga terlihat dari komposisi pembeli obligasi yang didominasi investor dari Amerika Serikat dan Eropa. Pada obligasi tenor lima tahun, investor asal Amerika Serikat menyumbang 38 persen, Eropa dan Timur Tengah 41 persen, serta Asia 21 persen.

Sementara untuk tenor 10 tahun, investor Amerika Serikat mendominasi dengan porsi 52 persen, diikuti Eropa dan Timur Tengah sebesar 31 persen, dan Asia 17 persen.

Menurut Rosan, komposisi tersebut berbeda dari tren historis penerbitan obligasi Indonesia yang umumnya lebih banyak diminati investor Asia.

“Justru peminat terbesarnya adalah dari Amerika Serikat. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan pasar global terhadap Indonesia sangat baik,” kata Rosan.

Dengan total permintaan mencapai US$4,6 miliar atau lebih dari tiga kali lipat nilai penerbitan, serta dominasi investor institusi dari Amerika Serikat dan Eropa, penerbitan global bond perdana Danantara menjadi sinyal kuat bahwa akses Indonesia ke pasar pendanaan internasional tetap solid dan mendapat respons positif dari investor global.

Leave a reply

Iconomics