Indonesia Kendaraan Terminal Bagi Dividen Interim Rp63,4 Miliar
Ilustrasi Indonesia Kendaraan Terminal/ Istimewa
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) akan membagikan dividen interimnya. Keputusan Rapat Direksi dan persetujuan Dewan Komisaris IPCC memutuskan untuk membagikan dividen interim sebesar 70% dari laba bersih semester pertama atau sebesar Rp63,4 miliar.
“Dengan kondisi fundamental baik dari sisi operasional dan keuangan perseroan yang berada pada posisi yang sangat baik dan strong cash (cash rich), dimana berdasarkan simulasi yang dilakukan telah memperhitungkan pengeluaran untuk opex dan capex, perkiraan total cash pada akhir tahun 2019 masih sebesar Rp350 miliar, sehingga lebih dari aman untuk operasional perseroan,” kata Direktur Keuangan dan SDM IPCC Sugeng Mulyadi dalam siaran pers.
Sugeng mengatakan IPCC membagikan dividen interim dari perolehan laba semester I 2019 sebesar Rp34,87 per lembarnya. Artinya kurang lebih dividen yield-nya di 5 persenan untuk semester pertama tahun ini. Adapun sebesar 30% dari laba bersih akan digunakan sebagai laba ditahan yang dapat dioptimalkan untuk pengembangan usaha.
IPCC menyebutkan dari sisi perhitungan secara akumulasi tercatat pencapaian sepanjang 11 bulan di tahun ini mencapai 372.580 unit CBU mobil di Terminal Internasional, atau meningkat 19,72% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 311.217 unit.
Kegiatan bongkar muat ekspor menyumbang 301.137 unit atau tercatat naik 29,22% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu sebanyak 233.047 unit CBU mobil. Adapun kegiatan impor menyumbang sebesar 71.433 unit secara akumulasi dibandingkan dengan pencapaian di periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 78.170. Terminal domestik mengalami peningkatan 94,34% dari 55.756 unit CBU mobil di periode 11 bulan tahun lalu menjadi 108.358 unit CBU mobil di periode yang sama di tahun ini.
Perhitungan secara akumulasi segmen alat berat tercatat pencapaian sepanjang 11 bulan di tahun ini turun 39,70% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Tercatat sebanyak 11.954 unit alat berat di Terminal Internasional pada tahun 2019 sedangkan tahun sebelumnya sebesar 19.825 unit alat berat.
Dari jumlah tersebut, pencapaian sebanyak 3.640 unit disumbang dari kegiatan pelayanan bongkar muat ekspor atau tercatat melemah 24,01% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu sebanyak 4.790 unit alat berat. Berikutnya ialah disumbang oleh kegiatan impor sebesar 8.314 unit secara akumulasi dibandingkan dengan pencapaian di periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 15.035 unit alat berat. Di tempat lain, pencapaian pelayanan bongkar muat dan pengantaran secara akumulasi hingga akhir November tahun ini di Lapangan Domestik mencapai 16.395 unit alat berat atau naik 27,19% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu sebanyak 12.890 unit alat berat.
Perhitungan secara akumulasi sisi sparepart sepanjang 11 bulan di tahun ini mencapai 54.638 M3 di Terminal Internasional, atau turun 45,63% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 100.487 M3. Dari jumlah tersebut, pencapaian sebanyak 24.743 M3 disumbang dari kegiatan pelayanan bongkar muat dan pengantaran ekspor atau tercatat melemah 49,91% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu sebanyak 49.394 M3. Adapun sumbangan kegiatan impor sebesar 29.896 M3 secara akumulasi dibandingkan dengan pencapaian di periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 51.094 M3. Di tempat lain, pencapaian pelayanan bongkar muat dan pengantaran secara akumulasi hingga akhir November tahun ini di Lapangan Domestik mencapai 21.857 M3 atau naik 941,22% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu sebanyak 2.099 M3. Penurunan sparepart dikarenakan kecenderungan tren ke depan dimana pengiriman kargo berubah dalam bentuk jadi/built up.