Inflasi di AS Masih Tinggi, Pasar Ragu Federal Reserve Turunkan Suku Bunga pada Juni

0
61

Tingkat inflasi di Amerika Serikat yang masih tinggi dan melenceng dari ekspektasi membuat pelaku pasar mulai ragu bank sentral negara itu akan menurunkan suku bunga acuannya mulai Juni nanti.

Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan inflasi tahunan (year on year) dan inflasi inti (core inflation) Maret 2024 di Amerika Serikat, yang dirilis pada 10 April lalu lebih tinggi dari ekspektasi pelaku pasar.

Tingkat inflasi tahunan sebesar 3,5%, lebih tinggi dari inflasi tahunan Februari yang sebesar 3,2% dan lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 3,4%.

Sementara tingkat inflasi inti pada Maret 2024, meski sama dengan Februari yaitu 3,8%, Fanny mengatakan juga di atas ekspektasi pasar yang memperkirakan di 3,7%.

Tingkat inflasi yang di atas ekspektasi ini, tambah dia, membuat pelaku pasar mulai ragu Federal Reserve (Fed) akan menurunkan suku bunga acuan atau Fed Fund Rate pada Juni 2024.

“Sebelum data inflasi ini keluar, memang ekspektasinya investor rata-rata menganggap bahwa The Fed akan mulai cut rate di bulan Juni. Cuma setelah inflasi keluar dan di atas perkiraan, ini mulai agak ragu apakah The Fed tetap melakukan cut rate,” ujar Fanny dalam Morning Investview, Selasa (16/4), dikutip dari Youtube BNI Sekuritas 46.

Baca Juga :   Bank Indonesia Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 5,75%

Menurut Fanny saat ini perhatian pelaku pasar fokus pada arah suku bunga The Fed. Pasar mencermati apakah bank sentral Amerika Serikat ini akan menurunkan Fed Fund Rate setelah Juni atau semester II 2024.

“Market sebetulnya memproyeksikan saat ini Fed akan cut rate total sebesar 75 bps,” ujarnya.

Sebelumnya, kata Fanny, pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga acuan sebesar 150 bps pada tahun ini. Tetapi, inflasi yang masih cukup tinggi di Amerika Serikat membuat pelaku pasar menurunkan ekspektasi besaran penurunan Fed Fund Rate.

Inflasi yang tinggi ini, jelasnya terjadi karena efek dari tensi geopolitik yang menyebabkan biaya logistik di Amerika Serikat naik.

Leave a reply

Iconomics