Laba Bersih Tugu Insurance Terdampak Implementasi PSAK 117, Analis Cermati Laporan Keuangan Semester I-2025
Ilustrasi Tugu Insurance
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) mencatat laba bersih semester I tahun 2025 sebesar Rp357,53 miliar dalam laporan keuangan konsolidasian Semester I-2025 dengan Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117.
Laba tersebut mengalami penurunan signifikan. TUGU menyebut penurunan laba ini disebabkan dari sisi topline yaitu hasil jasa asuransi yang mengalami penurunan cukup signifikan sesuai dengan ketentuan PSAK 117.
Analis Trimegah Sekuritas, Kharel Devin Fielim menyampaikan bahwa interpretasi laporan keuangan perusahaan asuransi pada 2025 tidak dapat dilakukan seperti membaca laporan keuangan pada umumnya, mengingat adanya transisi dari PSAK 104 Kontrak Asuransi (sebelumnya PSAK 62) ke PSAK 117 Kontrak Asuransi.
Menurut Kharel, kinerja TUGU pada semester I-2025 relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (semester I-2024 dengan PSAK 104), meskipun secara nominal terdapat penurunan laba.
“Kalau kita buka laporan keuangannya, emiten anak BUMN Pertamina ini menyajikan kembali atau restated semester I-2024 dengan angka yang jauh lebih besar dibandingkan laporan keuangan semester I-2024 yang dipublikasikan tahun sebelumnya. Hal ini yang membuat laba TUGU semester I-2025 terlihat seakan anjlok,” ujarnya.
Kharel merinci bahwa pada tahun lalu, TUGU mempublikasikan laba bersih Rp438,77 miliar pada semester I-2024 menggunakan PSAK 104. Adapun pada semester I-2025, laba bersih yang dilaporkan adalah Rp357,53 miliar, atau ada penurunan sekitar 18%.
Melihat perubahan tersebut, Kharel mengajak investor juga harus mencermati mengenai selisih laba semester I-2024 yang disajikan kembali dengan PSAK 117 dengan laba semester I-2024 dengan PSAK 104 yang dipublikasikan tahun lalu. Selisih dari laba tersebut masuk ke dalam ekuitas yang membuat nilai buku atau book value TUGU menjadi naik secara tiba-tiba.
“Selisih total ekuitasnya sebesar Rp557 miliar, yang banyak disumbang oleh saldo laba yang belum dicadangkan. Secara sederhana valuasi TUGU berdasarkan book value justru jadi meningkat,” ujarnya.
Kharel tidak menampik ada penurunan pada hasil underwriting TUGU yang banyak dipengaruhi perlambatan makro ekonomi. Namun, penurunan ini relatif tergantikan dengan kinerja investasi yang meningkat signifikan bila dikomparasi dengan semester I-2024 PSAK 104 maupun yang restated dengan PSAK 117. Hasil investasi pada semester I-2025, naik 22,94% secara year on year di tengah kondisi market yang fluktuatif sejak awal tahun.