Matahari Department Store Tbk Siapkan Dana Rp1 Triliun untuk Buyback Saham

0
379

Perusahaan perdagangan ritel modern, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) berencana akan melakukan pembelian kembali saham (buyback) yang telah dikeluarkan oleh Perseroan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Mengutip keterbukaan informasi, buyback saham ini akan dilaksanakan setelah Perseroan memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang akan dilaksanakan pada Rabu 29 Maret 2023. Pelaksanaan buyback akan dilaksanakan paling lama 18 bulan terhitung sejak hari diselenggarakannya RUPST.

“Jumlah biaya yang akan dikeluarkan untuk pelaksanaan Pembelian Kembali Saham adalah maksimal sebesar Rp 1 triliun, termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya sehubungan dengan Pembelian Kembali Saham,” tulis manajemen LPPF dalam keterbukaan informasi yang dikutip, Selasa (21/2).

Disebutkan bahwa buyback saham ini merupakan salah satu bentuk usaha Perseroan untuk meningkatkan nilai pemegang saham Perseroan sehingga akan memberikan fleksibilitas yang besar kepada Perseroan dalam mengelola modal untuk mencapai struktur permodalan yang lebih efisien.

“Perseroan berharap tidak akan terjadi penurunan pendapatan Perseroan yang signifikan akibat dari pelaksanaan Pembelian Kembali Saham tersebut dan tidak berdampak signifikan terhadap biaya pembiayaan Perseroan,” tulis manajemen LPPF.

Baca Juga :   Lippo Karawaci Alokasikan Rp 75 Miliar untuk Pembelian Kembali Saham

Pada penutupan perdagangan saham Selasa (21/2), harga saham LPPF berakhir di level Rp5250 per saham, naik 0,96% dibandingkan penutupan perdagangan Senin kemarin.

Perseroan mencatat laba bersih per saham Perseroan per 31 Desember 2022 sebesar Rp 351, sedangkan proforma laba bersih per saham apabila buyback dilaksanakan (dengan asumsi jumlah pembelian kembali saham dilakukan dalam jumlah maksimum) adalah sebesar Rp 447. Perseroan akan mengumumkan laporan kinerja tahun 2022 dan laba bersih per saham tahun 2022 nya pada tanggal 24 Februari 2023.

Leave a reply

Iconomics